Beberapa hari yang lalu saya harus menemani seseorang untuk medical check up, mereka pasangan suami istri, uniknya keduanya sama-sama tidak bisa bicara dan mendengar jadi kita berkomunikasi dengan tulisan. Sebelum berangkat saya sudah menyiapkan kertas dan pulpen untuk nanti berkomunikasi. Mereka telah dikaruniai seorang putra berusia 2 tahun, Puji Tuhan anak mereka bisa mendengar dan berbicara bahkan saat ini sudah sekolah di play group n pintar bernyanyi juga, kadang kalau saya sedang ke rumah mereka, saya lihat anak mereka sedang nyanyi (bahkan nyanyinya lagu DEWA!!!! Hehehe….). Kalau saya tanya dan anaknya malu anaknya langsung lari sembunyi di belakang badan ibu-nya.
Hubungan orangtua dan anak yang masih sangat kecil ini tentu sangat unik…bagaimana orangtuanya harus memberitahu anaknya tentang yang boleh dan tidak boleh, mengajari anak-nya apabila anaknya mengalami kesulitan dalam belajar. Tapi Tuhan pasti sudah merencanakan dan menyiapkan semuanya dengan baik dan sempurna dari sejak awal ketika Tuhan mengijinkan seorang anak yang normal hadir dalam kehidupan pasangan ini.
Janjian untuk medical check up ini saya buat dengan orangtua mereka, jadi orangtua mereka yang memberitahu mereka kapan waktunya, bertemu dengan saya dimana dan sebagainya. Pada hari yang sudah kita tentukan mereka menjemput saya di rumah. Dia datang bersama istrinya, lalu sama-sama kita ke RS yang sudah ditunjuk, selama berada di mobil kalau saya harus memberitahu arah jalan saya harus menepuk bahunya dan baru menunjukkan arah jalan selanjutnya. Agak sedikit khawatir sebenarnya karena dia tidak bisa mendengar jadi kalau ada motor atau mobil yang membunyikan klakson peringatan gimana ya…tapi dia sudah cukup berpengalaman karena dari yang saya tahu dia sudah lama menyetir.
Selama perjalanan saya berpikir, betapa sunyinya kehidupan mereka, kalau mengenai bicara masih bisa dilakukan dengan bahasa isyarat, dengan tulisan, membaca gerak bibir tapi tidak bisa mendengar suara-suara yang ada disekitar kita…tidak terbayang buat saya.
Sambil nunggu giliran, saya ngobrol-ngobrol dengan istrinya, kadang dengan baca gerak bibir-nya, kadang dengan tulisan, berbicara dengan mereka seru karena banyak pertanyaan yang tidak terduga juga yang ditanyakan ke saya…..
Dari mereka lagi-lagi saya belajar bahwa keterbatasan bukan penghalang buat seseorang untuk mencapai sesuatu…buktinya adalah seseorang ini…dia bisa nyetir, dia bisa bekerja, mereka bisa membesarkan anak mereka. Mereka juga membuat saya mensyukuri semua hal yang saya miliki, semua hal yang sudah saya lalui.....
Semoga proses untuk mereka bisa berjalan lancar karena apa yang sedang diproses penting buat keluarganya di masa depan…..
30 October 2007
Pelajaran dari Seseorang
28 October 2007
Gambar
Namun satu hal yang saya dapat "...jadikan gambar yang tidak mengenakan itu sebagai penyemangat, sebagai pengingat, sebagai cambuk untuk terus berusaha....."
Karena kadang gambar yang tidak mengenakan itu mengajarkan banyak hal, memberikan kekuatan dalam melanjutkan perjalanan hidup yang masih panjang.....
27 October 2007
Akhirnya
Akhirnya keputusan saya ambil, keputusan untuk keluar dari pekerjaan yang sekarang dan mencoba sesuatu yang baru buat saya, mulai semuanya dari awal. Kata Cen keluar dari zona nyaman.
Jalan di depan masih sangat panjang dan tidak mudah, saya juga tidak tahu apakah pekerjaan ini adalah pekerjaan terakhir untuk saya atau saya akan menemukan pekerjaan lainnya lagi. Apakah ini keputusan terbaik untuk saya????biar waktu nanti yang akan membantu menjawab karena saya sendiri benar-benar tidak tahu, tapi yang saya tahu saya harus berusaha sangat keras untuk menjalani segala sesuatunya dengan baik, dengan semangat dan selalu berdoa agar Tuhan selalu membantu.
Doakan juga ya :-)
26 October 2007
Pontianak (17-19 Okt 2007)
17-18 Oktober 2007
Setelah selesai beres-beres di hotel check out jam 09.00, tadinya mau tinggal di hotel ampe tanggal 19 Oktober tapi berhubung rumah Ta sepi jadinya pindah nginap di rumah Ta (lumayan buat irit ongkos hotel hehehe…). Dari hotel langsung ke tempat sarapan yaitu kwe chap, kwe chap ini terdiri dari dua bagian makanan….pertama seperti kwe tiaw tapi ini lebih lengket dan bentuknya besar-besar (mirip bubur juga) atasnya diberi cincangan bawang putih goreng, kedua adalah kuah yang terdiri dari kulit babi goreng, baso ikan,daging B2, tahu dan tak lupa diberi cincangan bawang putih goreng juga. Cara makannya bisa dicampur atau terpisah, kalau saya lebih suka makannya dengan cara terpisah. Bisa diberi sambel sesuai dengan selera kita. Rasanya???enak!!!!!hehehehehe…(belum bisa seperti anggota jalan sutra yang bisa mendiskripsikan makanan yang dimakan itu seperti apa, cuma bisa bilang enak dan tidak enak). Minumnya liang teh yang berwarna merah. (di Ponti liang teh kebanyakan berwarna ungu dan merah)
Dari sana kita kembali ke rumah Ta, lalu dengan menggunakan motor kita keliling lagi ke kota Pontianak, tujuan pertama makan ice cream di depan sekolah St. Petrus, es cream-nya disajikan dalam 2 tipe tempat, yang pertama di gelas kecil biasa, yang kedua di dalam kelapa jadi makan ice cream dan kelapa sekaligus. Saya dan Ta pesan yang dalam gelas biasa karena perut memang masih kenyang. Ada beberapa rasa seperti strawberry, vanilla, coklat dan nangka, ice cream ini dicampur lagi dengan cincangan cincau hitam, agar-agar dan kacang merah. Ice Creamnya halus walaupun buatan rumah rasanya unik apalagi ditambah dengan campuran lainnya. Saya pesan strawberry dan nangka sedangkan Ta pesan yang coklat.
Kita juga pesan talam talas yang atasnya dikasih taburan ebi goreng dan choi pan isi talas, isi bengkoang, isi kucai, favorit saya adalah choi pan isi talas dan talam talasnya. Dari sana kita ke sekolahnya Ta n Nie (St. Paulus), lewat Katedral St. Yusuf, ke Kampusnya Nie. Lanjut lagi perjalanan ke kota Sintan, untuk menuju kota ini kita harus lewati 2 jembatan yang cukup panjang, bisa juga nyebarang dengan menggunakan kapal dari Sungai Kapuas, tapi kita milih lewat jembatan aja. Tujuan ke Sintan adalah untuk melihat tugu khatulistiwa dan makan jagung bakar di PG (Pondok Gede) tapi karena nyasar cari PG dan perkebunan lidah buaya engga ketemu dan Ta lupa bahwa tujuan awalnya untuk lihat tugu khatulistiwa maka kita pun pulang lagi ke Pontianak hehehe……
Sampai di Pontianak mampir minum susu kacang baru lanjut ke rumah Ta, tidur bentar abis itu sama adik-adiknya Ta kita ke Pantai Kakap (semacam perkampungan nelayan, perjalanan dari Pontianak ke Pantai Kakap +/- 30 menit). Kita ke salah satu restoran yang terapung (berbentuk seperti rumah panggung) yang menghadap langsung ke laut, tempatnya sebenarnya bagus dan menarik mungkin karena lokasi sekitarnya kurang terawat jadi lokasi ini kehilangan daya tariknya. Nongkrong di salah satu pondok sambil minum kelapa muda, ngobrol-ngobrol sambil buat rencana ke Singkawang. Disana diputusin kita ke Singkawangnya malam itu juga engga jadi tanggal 18 Oktober. Setelah puas nongkrong dan ngobrol-ngobrol kita pun pulang lagi ke Pontianak.
Sampai di rumah Ta, siap-siap buat perjalanan ke Singkawang, kita keluar makan sambil beli perbekalan buat perjalanan ke Singkawang. Makan malam hari ini menunya daging ular, tadinya sempet seram tapi setelah dipromosiin Ta dari hari pertama sampe di Ponti akhirnya berani juga coba, daging ular dimasak kuah rasanya asam pedas segar sama sekali tidak keliatan seperti daging ular, rasa dagingnya seperti daging B2 tanpa lemak seratnya pun mirip, di dalam kuah juga diberi daun selada.
Mampir beli makanan kecil sejenis moci, bedanya kalau moci isian kacangnya di dalam adonan moci, kalau ini adonannya engga diisi hanya dipotong kotak kecil-kecil lalu diberi taburan kacang goring halus dan gula. Harus cepat dimakan karena kacang dan gula sangat cepat meleleh, saya tidak terlalu suka karena rasanya yang sangat manis.
Dari sana kita makan es kacang merah, es kacang merahnya tidak diberi santan seperti di Jakarta jadi kuahnya bening kecoklatan, es yang digunakan juga es batu bukan es batu serut, rasanya segar dan kacang merahnya empuk…tidak terlalu manis…enak….sambil minum es kacang merah Ta juga pesan choi pan tapi bentuknya bulat dan lebih besar dari choi pan yang tadi siang kita makan karena yang ini choi pan-nya akan digoreng, lalu talam pontianak lagi yang juga digoreng. Rasa choi pan gorengnya biasa sama seperti choi pan yang tidak di goreng, sedangkan rasa talam pontianak (talam talas, talam kucai) yang digoreng enak banget, ada rasa manis, asin dan gosong-gosong gitu.
Pulang ke rumah Ta buat siap-siap ke Singkawang berangkat dari rumah Ta kira-kira jam 22.30an kita pergi rame-rame (Vita, Lichu, Livi, Aan, Achan, Anto, Ating). Hehehe…masalah utama pergi dengan mereka semua adalah KOMUNIKASI…asli beneran bingung mereka semua ngomongin apaan karena mereka ngomongnya pake bahasa Tio Chiu jadinya engga bisa denger sama sekali…untung ada Lichu (Ta’s Sister) yang mau jadi penerjemah yang baik hehehe..dan mereka juga berusaha ngomong pake Bahasa Indonesia tapi berasanya lebih seru denger mereka cerita pake Bahasa Tio Chui dibandingkan Bahasa Indonesia. Jadinya kalau mereka ketawa dengan hebohnya gua cuma bisa senyum-senyum sambil nebak-nebak mereka ngomong apa ya…hehehehe…..
Selama perjalanan kita sempet berhenti di Tugu Khatulistiwa mampir sebentar yang penting kan da mampir hehehehe…..setelah itu perjalanan lanjut lagi…ga bisa liat apa-apa karena emang gelap banget jalanan…trus jam 24.00 kita sampai di Sungai Pinyuh (bener ga ya Ta???), salah satu kekhasannya kota Pontianak dan sekitarnya adalah warung kopi di pinggiran jalan banyak banget, kita pun berhenti disitu sambil duduk ada yang minum kopi, teh, ngemil-ngemil, 15 menit kemudian kita lanjut lagi perjalanan.
Tujuan pertama kita adalah Pantai Pasir Panjang, jam 02.00 kita sampai juga, langsung ke penginapan sana, setelah tanya-tanya dan lihat kamarnya kita mutusin untuk tidur di mobil aja. Akhirnya keliling bentar cari lokasi buat parkir mobil, kita ketemu satu warung lagi di tepi pantai (bisa denger suara ombak dengan jelasnya), akhirnya nongkrong disana sambil ngobrol-ngobrol n ngemil-ngemil. Yang angkatan tua (hehehe…kita Ta maksudnya) n Livi tidur di mobil…bangun-bangun udah pagi kira-kira jam 06.00, yang lain ternyata udah main di pantai…Pantainya agak kotor karena banyak sisa-sisa sampah di pinggir pantai n pondok-pondok dipinggir pantainya terkesan engga terawat, pantainya engga berombak (kata Ta ini seperti bukan pantai tapi sungai besar hehehe)…pemandangan disekitar lumayan bagus.


Setelah semua ngumpul jam 07.00an kita lanjut lagi ke lokasi berikutnya Pantai Sedau…Pantai ini lebih banyak fasilitasnya, ada warung-warung juga tapi lebih rapi dan bersih, ada dermaga yang belum selesai dibangun…lucunya disepanjang garis pantai dibangun patung binatang-binatang yang merupakan symbol shio dalam penanggalan Chinese. Kita sempet nongkrong di dermaga, berdua sama Ta foto-foto pemandangan. Dari dermaga kita nongkrong lagi disalah satu warung sambil minum kopi, yang lain ada yang main ayunan, bercanda dengan anjing yang ada disitu. Disini juga ada binatang-binatang unik yang dipelihara jumlanya engga terlalu banyak karena sebagian sudah dipindahkan ke lokasi yang baru. Lokasi pantainya mirip dengan Ancol tapi belum seramai Ancol dan fasilitasnya juga sedang dalam pembangunan. Untuk sampai di Pantai kita harus melalui jalanan sempit yang kiri kanannya merupakan rumah penduduk yang masih terbuat dari kayu (sangat mirip dengan perkampungan di Bangka).

Dari Pantai Sedau kita lanjut lagi perjalanan ke Hanmui, berhenti makan di kota Singkawang dulu di salah satu Restoran Vegetarian nah disini ketemu dengan sayur pakis, kacang panjang pontianak yang besar-besar tapi pendek-pendek dan keriput-keriput tidak seperti kacang panjang disini yang panjang, kurus n mulus. Makanannya enak-enak walaupun makanan vegetarian. Selesai makan kita lanjut lagi perjalanan ke Hammui (jeram/sungai).
Sepanjang jalan lagi-lagi kita lewat rumah penduduk yang halamannya banyak ditanami pohon coklat dan jeruk kunci/sonkit. Disini Aan sempet minta buah coklat sama salah satu rumah hehehe..untungnya dikasih n kita foto-foto (Cen, tadinya mau kasih Cen2 tapi lupa bawanya ada di mobil Ta).
Jalan ke Hanmui makin jauh makin kecil dan engga mulus. Akhirnya kita sampai juga, kita harus melalui “pos penjagaan” yang jaga engga pakai seragam dan engga jelas siapa dia hehehehe….untuk ber-9 dia minta ongkos bayar 18.000 setelah ditawar-tawar jadinya 15.000 (kok bisa ya ditawar). Dari tempat parkir kita harus jalan lagi ke jeram lewat hutan. Jeram ini banyak batu-batu besar-besar airnya bener-bener jernih, dingin juga…semua main air (kecuali Ta n Li Chu hehehe….tumben Ta….). Seru liat semuanya main air, yang cowok bercanda engga karuan di air hehehehe…ampe kita liatnya ketawa-tawa.

Disini semuanya bersekongkol pertama diciprat air ampe baju basah semua, karena engga berani turun ke bagian bawah jeram yang engga jelas pijakannya (udah sempet nyoba sendiri tapi beneran serem karena kaki kok engga bisa injak daratan di bawah sana)…..akhirnya sama segerombolan orang engga bertanggung jawab itu dengan menggunakan bahasa mereka yang bisa dimengerti mereka maksa dengan pegang kaki n tangan gua supaya nyemplung ke bawah sungai, akhirnya setelah mohon-mohon n janji buat nyemplung sendiri mereka ngelepasin juga (gua bisa panik banget kalau dilempar gitu!!!!!)….dengan perjanjian mereka harus pegang tangan gua ampe gua bisa cari pijakan batu…(kalau dipikir kok penakut banget ya…ehm …..harus semangat belajar berenang nich!!!!!!).

Setelah puas main air ampe menggigil akhirnya kita pulang..yang ribet masalah ganti baju hehehe…tapi akhirnya berhasil juga. Kita harus buru-buru karena Vita harus pulang ke Jakarta pake pesawat jam 16.00. Mampir ke kota Singkawang beli rujak mangga ebi yang dipesen adiknya Ta (antri ampe hampir 1 jam, tapi rasanya rujaknya biasa aja hehehe…). Dari sana langsung lanjut perjalanan ke Pontianak…berhenti lagi disungai pinyuh buat beli asinan mangga dan atapson. Lagi-lagi mampir bentar di warung kopi, kasian yang Aan yang nyupir dari semalam dia terus yang nyupir jadi istirahat bentar di warung kopi.
Perjalanan lanjut lagi ke Pontianak, waktu makin mepet jadinya Aan bener-bener ngebut bawa mobilnya, bahkan pas di jalan menuju ke bandara lebih parah lagi hehehehe…sampe kita semua ikutan tegang, tapi acungan jempol buat Aan yang hebat nyupirnya.
Akhirnya sampai di bandara dan Vita bisa juga pulang ke Jakarta, kita juga akhirnya pulang ke rumah Ta, sempet mau cari makanan tapi makanan yang kita tuju belum ada yang buka. Sampai rumah Ta buatin Livi cerpen (hehehe…abis merasa bersalah gara-gara nemenin ke Singkawang dia bolos n belum ngerjain PR –nya) engga tau itu cerpen jadinya kayak apa…Ta janjian jam 19.00 keluar makan sama temanya, ya udah akhirnya kita pergi makan malam kali ini sama Amel (adik ipar-nya Ta), temennya Ta, tujuan kita Bakmi Kepiting (Cen, kepiting n capitnya lagi engga ada hehehe…). Rasanya enak, mie-nya halus-halus kecil, isian daging B2, kulit B2, baso ikan, Mie-nya bener-bener kering karena makan mie disini engga dikasih kuah, engga ada taouge n sayurnya juga.
Langsung lanjut lagi ke tempat makan berikutnya, tujuan kita makan shiobi (siomay dari daging B2). Tempat makannya benar-benar sederhana tapi rasa shiobinya enak, saya hanya tidak terlalu suka dengan sambalnya aroma sambalnya sangat kuat. Kalau Ta makannya unik cuka hitam, sambal diaduk jadi satu jadi shiobinya sedikit terendam. Disini kita juga pesan juhi bakar yang ditumbuk jadi tipis-tipis, ada emping sebagai pelengkap dan makannya pakai sambal petis yang dicapur dengan ebi dan perasan air jeruk kunci.
Akhirnya acara makan-makan hari ini selesai….
19 Oktober 2007
Hari ini hari terakhir di Pontianak padahal masih banyak makanan yang belum dicoba karena keterbatasan waktu dan perut hehehe….
Pagi-pagi setelah beres-beres baju, kita pergi sarapan kembang tahu (Cen kembang tahu loh!!!!hehehe…). Kembang tahu disana beda karena mereka engga pakai air jahe tapi dikuahin sama air susu kacang (disini nyebutnya air tahu) trus ditabur gula pasir yang sudah digoreng karena masih berbentuk butiran gula tapi warnanya kecoklatan…kembang tahunya halus banget dan harum hehehe….kita pesan satu mangkok kembang tahu n satu gelas susu kacang. Hasilnya kenyang pisan!!!!
Dari sana kita pergi cari oleh-oleh sempat panik karena setelah tanya dibeberapa toko, oleh-oleh yang kita mau habis!!!!keliling lagi ke toko oleh-oleh lainnya, untung masih ada itu pun kita ambil pesanan orang hihihihi…tapi boleh ama engkonya…Leganya!!!!Rute hari ini bener-bener cuma beli oleh-oleh aja. Hari ini Pontianak hujan setelah 2 hari disana ngerasain cuaca panas.
Sebelum pulang kita makan siang dulu karena menurut Ta makanan satu itu wajib hukumnya dimakan, siang ini menu kita pangsit saya pesan pangsut kuah, pangsit kering dan Ta pesan mie yang dari beras warnanya putih (lagi-lagi mirip kwetiau) tapi ini pendek-pendek banget palingan ukurannya 2 cm dan buntet-buntet. Digoreng dengan sayur choi sim, tauge, daging B2. Dua-duanya enak menurut saya.
Selesai urusan oleh-oleh akhirnya pulang ke rumah Ta, hasilnya : 2 tas baju (yang Ta super besar tasnya malah Achan bilang itu tas keyboard bukan tas baju), 3 kardus oleh-oleh, 2 paper bag hehehehehe…bawaan kita beranak pinak Ta!!!.
Pulang dengan pesawat Batavia lagi yang jam 16.00….diantar Mama-nya Ta, Lichu n Livi….jam 17.30 mendarat di Jakarta.
Tamat….
Ta Chan..Thank You ya da nemenin gua jalan-jalan selama di Ponti, da nyediain tempat buat gua tidur, nyediain mobil n motor pokoknya buat semuanya dech….Om dan Tante Terima Kasih ya….Thank You buat yang lainnya Lichu, Vita, Livi, Aan, Achan, Anto, Athing da sempetin waktu kalian buat ngajak jalan-jalan ke Singkawang…
Perjalanan kali ini sangat menyenangkan dan mengenyangkan hehehehehe….suatu hari ini pasti kembali lagi ke Pontianak, Cen harus ikut ya hehehehe…..
24 October 2007
Pontianak (16 Okt 2007)
Dari bandara kita langsung mampir ke Nasi Campur Akwang…agak beda dengan nasi campur yang dijual di Jakarta karena nyang disini engga pake kuah merah dan nasinya engga kering tapi dikasih kuah, kita tetep akan dapat satu mangkuk kuah yang ada sayur asinnya (menurut Ta nasi campur di Ponti juga ada yang pake kuah merah..versinya memang beda-beda). Selesai makan lanjut lagi perjalanan ke hotel, check in di hotel Gajahmada di Jalan Gajahmada. Mungkin karena keterbatasan lahan hampir semua hotel disini menjulang ke atas bukan melebar, jadi jangan berharap melihat hotel dengan taman dan lapangan parkir terbuka yang luas…kecuali Hotel Kapuas yang luas mungkin karena hotel lama dan tidak berada di pinggir jalan. Bahkan hotel Santika pun diapit oleh pertokoan dan bentuknya lagi-lagi meninggi dan berada di pinggir jalan. Disamping hotel Gajahmada ada 2 hotel lain yang benar-benar bersebelahan yaitu Hotel Peony, Hotel 2000 (ratenya tidak berbeda jauh).
Setelah check in, kita jemput adiknya Ta (Feri) yang menginap di Hotel Kapuas, lalu ke rumah Ta kenalan sama adiknya yang kecil Livi, orangtuanya Ta. Ternyata Livi, Vita n Lichu (adik-adiknya Ta yang lain) lagi hitung uang angpao (adiknya Ta yang cowok Feri married tanggal 15 Oktober). Hehehe….jadi ikut-ikutan hitung angpao…setelah dari rumah Ta balik lagi ke Hotel taruh barang dan jemput sepupunya. Ke rumah Ta lagi ambil motor, kita keliling kota pake motor akhirnya hehehe…seru!!!
Kita mulai perjalanan kuliner kita hehehe…..Ta ajak makan di Jalan Merapi, kita makan Kwe Khia Theng, makanan berkuah kecoklatan (mirip kuah bakut teh) isinya semacam kwe tiaw (tapi lebih lebar, lebih pendek), jeroan B2 (usus, lidah, hati) dan daging B2-nya juga ada. Rasanya gurih dan harumnya khas…enak dech hehehe….
Selesai makan kita keliling kota Pontianak, engga terlalu besar (mirip dengan Bangka), sempet bilang ke Ta baru beberapa jam di Ponti tapi udah lewatin jalan yang sama berkali-kali hehehehe….Akhirnya kita ke Alun-Alun Sunga Kapuas..naik kapal keliling Sungai Kapuas, selama di kapal kita bisa lihat banyak pemandangan “unik” di sepanjang sungai. Di sepanjang sungai banyak rumah-rumah penduduk yang melakukan segala aktivitas mereka. Yang unik penduduk di sepanjang sungai penduduk mandi, mencuci pakaian, bahkan buang hajat pun disana…dan yang “terunik” adalah sikat gigi juga disana menggunakan air yang sama untuk mandi, cuci pakaian dan buang hajat hehehehe…ini aktivitas yang paling engga bisa saya bayangkan kalau saya harus menjalani kehidupan seperti mereka….



Keliling sungai kurang lebih 1 jam, setelah itu kita pulang lagi ke rumah Ta, Ta ambil baju karena dia nemenin tidur di hotel…..sampai di hotel siap-siap pergi makan, karena hujan cari makan-makan dekat hotel Ta ajak makan di rumah makan sederhana di emperan gitu, hanya jualan kwe tiaw dan mie goreng…sebutannya KCKT (lupa singkatan dalam bahasa thio ciu-nya) tapi kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya mie goreng or kwe tiaw goreng ekonomis karena gorengan mie dan kwe tiaw-nya hanya dikasih taoge dan telur goreng…tempatnya lumayan ramai…rasanya enak mungkin karena saya memang penyuka kwe tiaw goreng.
Selesai makan pulang ke hotel ambil motor yang diparkir di swalayan sebelah hotel ternyata parkiran udah kosong sempet bingung karena engga liat motornya Ta, ternyata dipindahin ke pinggir sama tukang parkirnya dan helm Ta hilang satu karena udah engga ada orang jadinya engga ada yang bisa ditanyain ya udah direlain helm-nya. Lalu pulang ke hotel istirahat….
10 October 2007
Happy Holiday.....
Cen, yang juga akan berangkat ke China untuk Business Trip…Cen kapan mau ke Ponti saya pasti temenin lagi…tahun depan kita susun rencana jalan-jalan lagi ya (penyemangat biar tambah giat nabung juga hehehe….).
Jun, yang akan bawa Daven liburan ke Puncak untuk pertama kalinya….Pertama kali liburan sebagai seorang Mommy cerita-cerita ya Jun perasaan n serunya….
Mel, pasti akan terhibur sama Edmund dan kunjungan orang-orang….
Nie, yang lagi liburan di Bali sama keluarga tercinta….enjoy your time with your Dad ya Nie….
Sis, cerita-cerita ya disana gimana n ngapain aja….
Ta, yang udah terbang ke Ponti dalam rangka bantu urusan perkawinan adiknya… semoga engga pusing dengan semua urusan perkawinan dan semuanya lancar.
Wan, liburan ke tempatnya Mel ya Wan….apa mau habisin waktu sama Kelinci-Kelinci tercinta…..
Happy Holiday!!!!!!
Take Care ya semuanya n God Bless You All….
C U Soon…..
06 October 2007
Partner
Saya mau cerita tentang 2 orang yang buat saya salut akan perjuangan mereka dan kebersamaan mereka, yang buat saya juga belajar untuk mempunyai semangat dan ketulusan yang demikian luar biasanya. Dua orang ini memiliki julukan buat masing-masing yang parah!!!!hehehehe….
Ada banyak orang yang memiliki semangat dan kebersamaan dengan partner mereka di luar sana tapi dua orang ini orang yang saya kenal sangat baik, jadi lebih mudah buat saya menceritakannya.
Saya sebut mereka partner dalam pekerjaan walaupun mereka berbeda team dan tidak ada hubungan kerja yang akan menguntungkan satu sama lain secara materi atau secara jabatan. Walaupun masing-masing mengejar target yang harus dicapai tapi mereka tetap saling dukung. Buat saya hal itu unik karena kalau kita lihat dalam dunia persaingan zaman sekarang istilah “teman makan teman” adalah hal yang biasa. Mungkin itulah uniknya perkerjaan ini karena mereka bisa dengan jelas memisahkan target mereka.
Mereka benar-benar saling support, yang satu selalu menyediakan rumahnya, komputernya dan ilmunya untuk partnernya, yang satu selalu siap sedia mengantarkan partnernya apabila perlu bertemu dengan Klien ditempat yang jauh (walaupun pengetahuan jalannya sangat-sangat terbatas hehehehe….), marah-marah kalau partner engga mau dianter, mereka benar-benar saling berbagi ilmu dan pengetahuan. Kalau salah satu bisa dapat Klien yang satu rasanya senangnya melebihi yang dapat Klien. Kalau yang satu sedang terkena “energi negatif” mereka akan memisahkan diri biar energi negatif itu tidak menular kepada yang lain hehehehe…. Mereka juga saling berdebat, saling koreksi untuk kebaikan masing-masing.
Mereka kadang bersama-sama menjelajah Jakarta dan sekitarnya dengan kemampuan bawa mobil yang sangat terbatas, pengetahuan akan jalan-jalan yang juga sangat..sangat..terbatas karena mereka sampai perlu berhenti puluhan kali untuk tanya ke orang, pribahasa "malu bertanya sesat di jalan" benar-benar dipraktekkan oleh 2 orang ini hehehehe...tapi itu juga yang buat salut dari kalian berdua.... Pernah satu hari mereka bisa sama-sama lagi nyasar, yang satu nyasar sampai ke daerah Pondok Gede, yang satu nyasar di Kelapa Gading or Sunter....Be Careful!!!!
Saya tahu bantuan kedua orang ini untuk satu sama lain bahkan untuk saya sangat tulus…(hiks…gua belum bisa bantu kalian, selalu kalian yang bantu gua (apalagi Tapte)…Thank You…). Karena secara organisasi mereka benar-benar terpisah, kesuksesan satu diantara mereka tidak akan membawa pengaruh apa-apa kepada yang satu, yang ada hanya rasa ikut bahagia, ikut bangga apabila salah satu harus melangkah lebih dulu menuju kesuksesan, apalagi kalau bisa bersama-sama meraih goal mereka. (Pokoknya akhir tahun ini gua harus denger kabar baik itu dari kalian berdua n kalian berdua harus sisain “undangan” buat gua, gua mau liat kalian maju ke podium….)
Ini juga saya tulis, biar bisa jadi kenangan untuk 2 partner ini apabila goal mereka sudah tercapai, apabila dikemudian hari mereka merasa “lelah”, semoga tulisan ini bisa mengingatkan kembali perjuangan dan kebersamaan yang sudah mereka lewati hingga sedikit lelahnya akan berkurang.
Tapte, Anyuk….Good Luck n God Bless Both of You…..
02 October 2007
Dikala Usia Senja
Di dekat rumah juga ada penjual pempek palembang yang juga sudah tua kurang lebih umurnya 65 tahun), kalau saya pulang malam sering lihat Om masih jualan. Om selalu pakai kaos berkerah dan celana pendek kalau sudah malam Om biasanya pakai jaket (kedinginan pastinya). Dulu Om jualan bersama Tante…kalau beli pempek sering ngobrol sama Tante, terakhir ketemu n ngomong sama Tante dia sempet ngeluh kalau dia baru ditabrak motor pas malem pulang jualan naik sepeda untung lukanya engga terlalu parah, trus yang nabrak lari begitu aja padahal yang nabrak masih muda.
Setelah itu lama engga lihat tante di gerobak pempeknya, saya pikir sekarang Tante yang buat di rumah Om yang jualan karena emang Tante matanya juga sudah rabun. Waktu itu udah lumayan lama pas lagi beli pempek iseng tanya Om, “Om, Tante apa kabar?udah lama engga liat Tante.” “Tante udah meninggal setahun yang lalu”. Saya langsung diam, harusnya saya bilang maaf karena saya memang engga tahu..tapi saya cuma bisa diam sambil nahan diri biar engga nangis di situ karena saya engga mau Om merasa saya kasian dengan dia.
Sampai hari ini Om masih jualan bergantian dengan anaknya. Kadang kalau pulang udah lama engga liat Om suka khawatir apa Om lagi sakit… Om satu gereja dengan saya, kadang juga suka ketemu di Gereja, Om kalau ke gereja naik angkutan sendirian…kalau saya tegur dia suka bingung mungkin mikir ini siapa orang sok kenal.
Saya juga menemui mereka-mereka yang diusia senja masih bekerja, tapi mereka bekerja lebih kepada karena mereka terbiasa dengan berbagai aktivitas sehingga kalau mereka tidak bekerja maka mereka bisa stress atau bahkan sakit.
Melihat mereka yang sudah tua dan sudah saatnya pensiun tapi masih bekerja (karena lebih kepada kebutuhan akan materi) kadang timbul perasaan miris dan buat semangat untuk kerja lebih keras dan baik, lebih pandai juga menggunakan uang karena berusaha agar hal di atas tidak terjadi pada orangtua saya, seperti Om yang jam 10 malam masih jualan harusnya Om sudah istirahat di rumah, main dengan cucunya dan tidur, begitu juga dengan Bapak yang di kantor, harusnya mereka semua sudah pensiun menikmati hidup mereka melakukan hobby mereka, habisin waktu dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan engga usah mikir hari ini dagangan laku engga. Tapi mereka mungkin dihadapi pada dilema ada orang-orang yang mengandalkan usaha mereka, sehingga kalau mereka tidak bekerja ada yang menjadi tidak bisa sekolah, tidak bisa membeli kebutuhan hidup.
Dari apa yang saya lihat saya belajar lagi mengenai arti kerja dan uang…..
01 October 2007
Edmund Danuarta


Mel, kalo lagi nangis gini Edmund lebih mirip siapa?Hehehehe....Sabtu kemarin pas lihat Edmund di ruang bayi lucu banget (dijejerin sama 3 bayi lainnya yang juga lucu-lucu)…Edmund mirip sama mommy-nya (hidung dan dagu-nya) mulutnya lucu udah bisa main ludah yang ada dimulutnya ampe mulutnya monyong-monyong…(apa ini pertanda dia akan serame mommy-nya hehehe…).
Hari Sabtu pertama kali tahu kalau Meli udah melahirkan dari Jun terus konfirmasi ke Abner ternyata bener Mel uda melahirkan. Sempet ngoceh-ngoceh ke Abner sakingan hebohnya (sorry Ner ga maksud ngoceh hehehe…kaget soalnya). Sabtu pagi Mel sempet telepon Jun tanya-tanya tentang tanda-tanda melahirkan, berdasarkan pengalaman Jun (Mommy-nya Daven) bentar lagi Mel bakalan melahirkan. Meli langsung siap-siap ke RS Graha Medika, disana dia langsung masuk ruang tunggu untuk bersalin sambil nungguin Abner yang masih di jalan pulang dari Toko. Ada masalah sama Edmund nafasnya dia jadi drop kalau Mel kontraksi yang sempet buat Mel panik banget, tapi Suster n Dokter engga bisa ngapa-ngapain karena harus ada tanda tangan Abner sebagai tanda kalau Abner setuju Meli akan dioperasi. Puji Tuhan akhirnya Edmund lahir dengan selamat dan Meli juga baik-baik aja.
Mel dari awal memang udah mutusin mau Operasi Caesar aja, tapi pas sampe RS dia sempet berubah pikiran mau normal aja katanya karena dia berasa bisa nahan sakitnya hehehe…tapi engga dikasih sama Dokter karena masalah nafasnya Edmund yang drop. Pas jenguk dia ada rasa engga percaya sahabat yang kecil bin imut ini udah jadi Mommy…hehehe…Karena emang orangnya rame biar lemes-lemes n haus tetep aja bisa cerita dengan lengkapnya hehehe….
Edmund, semua doain Edmund yang terbaik..Edmund jadi anak yang sehat, bahagia dan sayang sama mami dan papi. Buat Mel n Abner Selamat ya buat kalian berdua..udah jadi ortu sekarang hehehe…(lagi-lagi berpikir jalannya waktu cepat banget ya..). Pasti kalian akan jadi orangtua yang luar biasa juga buat Edmund…Good Luck n God Bless Three of You….
Mel, setelah boleh keluar mau nongkrong-nongkrong dimana????? hehehehe…kita tunggu ya!!!!!!