Di kantor saya ada seorang Bapak yang membantu mengurus masalah taman, kolam ikan dan kebersihan juga, usianya keliatannya sudah sepuh, perawakan Bapak kecil tapi tidak terlalu kurus. Perusahaan masih memperkerjakan beliau mungkin lebih kepada rasa iba karena Bapak ini memang masih membutuhkan pekerjaan. Saya sering lihat beliau membersihkan kolam ikan, menyapu lapangan parkir dan memindahkan bungkus-bungkusan tanah dengan kereta dorong. Saya tidak terlalu mengenal Bapak ini, kalaupun ketemu saya tidak pernah ngobrol dengan beliau hanya berupa sapaan singkat saja.
Di dekat rumah juga ada penjual pempek palembang yang juga sudah tua kurang lebih umurnya 65 tahun), kalau saya pulang malam sering lihat Om masih jualan. Om selalu pakai kaos berkerah dan celana pendek kalau sudah malam Om biasanya pakai jaket (kedinginan pastinya). Dulu Om jualan bersama Tante…kalau beli pempek sering ngobrol sama Tante, terakhir ketemu n ngomong sama Tante dia sempet ngeluh kalau dia baru ditabrak motor pas malem pulang jualan naik sepeda untung lukanya engga terlalu parah, trus yang nabrak lari begitu aja padahal yang nabrak masih muda.
Setelah itu lama engga lihat tante di gerobak pempeknya, saya pikir sekarang Tante yang buat di rumah Om yang jualan karena emang Tante matanya juga sudah rabun. Waktu itu udah lumayan lama pas lagi beli pempek iseng tanya Om, “Om, Tante apa kabar?udah lama engga liat Tante.” “Tante udah meninggal setahun yang lalu”. Saya langsung diam, harusnya saya bilang maaf karena saya memang engga tahu..tapi saya cuma bisa diam sambil nahan diri biar engga nangis di situ karena saya engga mau Om merasa saya kasian dengan dia.
Sampai hari ini Om masih jualan bergantian dengan anaknya. Kadang kalau pulang udah lama engga liat Om suka khawatir apa Om lagi sakit… Om satu gereja dengan saya, kadang juga suka ketemu di Gereja, Om kalau ke gereja naik angkutan sendirian…kalau saya tegur dia suka bingung mungkin mikir ini siapa orang sok kenal.
Saya juga menemui mereka-mereka yang diusia senja masih bekerja, tapi mereka bekerja lebih kepada karena mereka terbiasa dengan berbagai aktivitas sehingga kalau mereka tidak bekerja maka mereka bisa stress atau bahkan sakit.
Melihat mereka yang sudah tua dan sudah saatnya pensiun tapi masih bekerja (karena lebih kepada kebutuhan akan materi) kadang timbul perasaan miris dan buat semangat untuk kerja lebih keras dan baik, lebih pandai juga menggunakan uang karena berusaha agar hal di atas tidak terjadi pada orangtua saya, seperti Om yang jam 10 malam masih jualan harusnya Om sudah istirahat di rumah, main dengan cucunya dan tidur, begitu juga dengan Bapak yang di kantor, harusnya mereka semua sudah pensiun menikmati hidup mereka melakukan hobby mereka, habisin waktu dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan engga usah mikir hari ini dagangan laku engga. Tapi mereka mungkin dihadapi pada dilema ada orang-orang yang mengandalkan usaha mereka, sehingga kalau mereka tidak bekerja ada yang menjadi tidak bisa sekolah, tidak bisa membeli kebutuhan hidup.
Dari apa yang saya lihat saya belajar lagi mengenai arti kerja dan uang…..
Di dekat rumah juga ada penjual pempek palembang yang juga sudah tua kurang lebih umurnya 65 tahun), kalau saya pulang malam sering lihat Om masih jualan. Om selalu pakai kaos berkerah dan celana pendek kalau sudah malam Om biasanya pakai jaket (kedinginan pastinya). Dulu Om jualan bersama Tante…kalau beli pempek sering ngobrol sama Tante, terakhir ketemu n ngomong sama Tante dia sempet ngeluh kalau dia baru ditabrak motor pas malem pulang jualan naik sepeda untung lukanya engga terlalu parah, trus yang nabrak lari begitu aja padahal yang nabrak masih muda.
Setelah itu lama engga lihat tante di gerobak pempeknya, saya pikir sekarang Tante yang buat di rumah Om yang jualan karena emang Tante matanya juga sudah rabun. Waktu itu udah lumayan lama pas lagi beli pempek iseng tanya Om, “Om, Tante apa kabar?udah lama engga liat Tante.” “Tante udah meninggal setahun yang lalu”. Saya langsung diam, harusnya saya bilang maaf karena saya memang engga tahu..tapi saya cuma bisa diam sambil nahan diri biar engga nangis di situ karena saya engga mau Om merasa saya kasian dengan dia.
Sampai hari ini Om masih jualan bergantian dengan anaknya. Kadang kalau pulang udah lama engga liat Om suka khawatir apa Om lagi sakit… Om satu gereja dengan saya, kadang juga suka ketemu di Gereja, Om kalau ke gereja naik angkutan sendirian…kalau saya tegur dia suka bingung mungkin mikir ini siapa orang sok kenal.
Saya juga menemui mereka-mereka yang diusia senja masih bekerja, tapi mereka bekerja lebih kepada karena mereka terbiasa dengan berbagai aktivitas sehingga kalau mereka tidak bekerja maka mereka bisa stress atau bahkan sakit.
Melihat mereka yang sudah tua dan sudah saatnya pensiun tapi masih bekerja (karena lebih kepada kebutuhan akan materi) kadang timbul perasaan miris dan buat semangat untuk kerja lebih keras dan baik, lebih pandai juga menggunakan uang karena berusaha agar hal di atas tidak terjadi pada orangtua saya, seperti Om yang jam 10 malam masih jualan harusnya Om sudah istirahat di rumah, main dengan cucunya dan tidur, begitu juga dengan Bapak yang di kantor, harusnya mereka semua sudah pensiun menikmati hidup mereka melakukan hobby mereka, habisin waktu dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan engga usah mikir hari ini dagangan laku engga. Tapi mereka mungkin dihadapi pada dilema ada orang-orang yang mengandalkan usaha mereka, sehingga kalau mereka tidak bekerja ada yang menjadi tidak bisa sekolah, tidak bisa membeli kebutuhan hidup.
Dari apa yang saya lihat saya belajar lagi mengenai arti kerja dan uang…..
1 comment:
Menurut saya menikmati hidup bisa dilakukan dengan banyak cara, termasuk bekerja. Jika seseorang sudah mencintai pekerjaannya maka ia akan melakukan itu sampai kapanpun bahkan sampai usia lanjut, bagi mereka hal itu bukanlah suatu yang 'berat' atau 'terpaksa' dilakukan untuk tujuan tertentu tapi memang dia ingin melakukan karena mencintai pekerjaannya dan menghabiskan hari.
Post a Comment