20 July 2008

Memories from Jayapura (My Partner in Crime hehehe...)

Kalau liat foto-foto di blog ini berkaitan dengan perjalanan kerja di Jayapura mungkin ada pertanyaan kita kerja apa liburan ya…hehehe…jawabnya adalah KERJA..kita bener-bener libur ketemu nasabah hanya di hari Minggu itupun karena engga ada yang mau diajak ketemu hari Minggu kalau ada yang mau kita juga pasti kerja.

Jadwal kerja kita paling sering dimulai jam 08.00 s.d 09.00 kita jalan dari rumah pulang kerja engga tentu, tapi pasti di atas jam 6 malam. Kita kerja ketemu dengan orang-orang yang tidak kita kenal sama sekali dengan menggunakan transportasi umum ”taksi” dengan udara yang sangat panas..bahkan kita harus jalan juga..jadi kalau kita kerja dengan partner yang engga bisa diajak “susah”, ga bisa diajak diskusi, ga bisa diajak sharing, ga bisa diajak ketawa yang ada kita bisa stress semuanya. Untung 2 partner saya ini orang-orang yang luar biasa yang akhirnya buat kita bisa bertahan 5 minggu di sana dengan suasana yang sangat menyenangkan..

Kita bertiga suka bercanda kalau kerja kita selama di Jayapura adalah kerja yang benar-benar mengandalkan fisik itu terbukit dengan Ta menghabiskan 2 sepatu + kerusakan pada tas, gua 1 sepatu + kerusakan pada tas, Des 1 sepatu + kerusakan pada tas hehehe…kulit menghitam itu pasti, Des saraf kejepitnya tambah parah, Ta & gua sekarang bahunya sakit hehehehe…tapi berat badan naik kenapa????hehehe…karena kita makan seperti pekerja keras yang makan nasinya sangat banyak. Hari kedua di Jayapura kita makan di RM Padang, nasi di RM Padang biasanya sangat banyak kan jadi 1 porsi nasi gua dan Ta bagi 2 karena takut engga habis. Tapi setelah seminggu di sana berapa banyak nasi yang dikasih pasti habis sama kita bahkan di RM Padang yang kita bilang nasinya banyak hehehe…yang lucu kita bertiga selalu ketawa (entah di jalan, di taksi, di rumah, di tempat nasabah) karena khayalan engga penting kita, kita juga selalu sibuk ngobrol bertiga (ampe Des julukin kita tuch autis) tapi begitu makan kita langsung diam, engga ada yang ngomong, semua langsung asyik makan tanpa perduli apa pun hehehehe…baru selesai makan berisiknya muncul lagi, khayalannya datang lagi hehehe…

Diantara kita selalu ada yang melakukan hal konyol yang sebenarnya tidak kita sengaja tapi muncul begitu aja, gua ga tau apa karean kita emang udah rada-rada hehehe…Ta bisa nyasar keluar dari rumah menuju jalan utama hehehehe (ampe hari ini gua masih bingung kok bisa ya)…Des selalu dihantui rasa takut akan kanker kulit karena panasnya Jayapura (padahal da pake payung), gua yang kebanyakan salah ngomong mandarin jadinya Des bingung maksud gua apa. Ada banyak kejadian lucu lainnya kadang Des yang bisa tiba-tiba sakit perut ampe panik cari WC (gua masih inget kejadian di Hamadi Des), kita selalu heboh begitu ketemu ruangan AC (Guys kejadian di Veneta Entrop itu bener-bener parah loh kalau dipikir hehehe….), selalu komentar kalau makanan di Jayapura sangat, sangat mahal hehehe…tapi tetap makan karena memang harganya udah segitu. Membicarakan dan menertawakan sekelompok orang padahal kita juga ditertawakan dan dibicarakn oleh sekelompok orang itu hehehe…dikatain gila oleh bapak-bapak di angkot hehehe…(ditegur karena ketawa terlalu kenceng tapi kita engga bisa berhenti). Ritual kita adalah mengawali hari dengan tawa dan mengakhiri hari juga dengan tawa hehehehe… Kangen banget dengan semua aktivitas kita :(

Apa kita selalu tertawa???engga….karena ada masanya kita engga berani berkeluh kesah, engga berani komentar negative karena takut mempengaruhi temen yang lain, ada masanya pulang ke rumah kita cuma diam di angkot sibuk dengan pikiran masing-masing…akhirnya di beberapa moment yang ada cuma tangis yang keluar…

Perjalanan kali ini adalah perjalanan gua yang paling lama dan jauh dari rumah 5 minggu hehehe…pertama kali juga gua tinggal dengan orang diluar keluarga untuk waktu yang lama, semuanya buat gua belajar banyak hal, belajar tentang toleransi, belajar tentang menahan diri, belajar tentang menerima apa adanya, belajar tentang saling mengisi dan melengkapi..walaupun belum sempurna tapi setidaknya dari perjalanan untuk kerja dengan 2 orang sahabat tercinta sangat sangat menyenangkan…

Ta Chan, kerja dengan lu menyenangkan dan buat gua belajar banyak hal tentang Marketing, sorry kalau ada yang tidak menyenangkan dari gua selama sebulan di Jayapura, ada yang mengecewakan, ada yang buat kesal, gua terlalu suka beberes ampe buat engga nyaman hehehe…buat gua semuanya indah untuk dikenang Ta…Sampai ketemu di perjalanan kerja berikutnya ya hehehehe…gua gaya pisan ya!!!!!Thank You sudah memutuskan bergabung di perjalanan kali ini….

Ta Chan, Mimpi besar kita memang engga terwujud di perjalanan kali ini tapi ingat satu hal ya sebagai manusia kita sudah melakukan bagian kita dengan usaha terbaik dan semaksimal yang kita bisa, hasil dari semua yang kita lakuin adalah bagiannya Tuhan bukan bagian kita lagi…

Dessy, Thank you sudah menyusul kita ditengah semua persoalan yang ada, thank you udah membawa keceriaan diantara kita..
Ta Chan, Des, Sorry kalau ada yang salah dari gua ya :) selama perjalanan kali ini...

Selesai sudah tulisan tentang perjalanan gua dan sahabat gua di Jayapura, engga mungkin semua bisa dituangin dalam tulisan di blog ini karena selama 5 minggu disana terlalu banyak hal yang indah, menyenangkan dan tidak menyenangkan yang udah dilewati tapi semuanya masih gua ingat dan sampai hari ini gua masih suka senyum-senyum sendiri kalau ada yang gua ingat tentang kejadian-kejadian gua dan sahabat gua di Jayapura…

Ada banyak yang udah bantu kita dengan tulus tanpa pamrih, yang menerima kita dengan baik dan yang juga menolak kita dengan baik. Apapun yang kita terima waktu itu pada akhirnya kita bisa jadikan sebagai pelajaran berharga untuk kedepannya...Terima Kasih and God Bless

18 July 2008

Memories From Jayapura (Uniquely Jayapura…)







“Taksi”
Di Jayapura tidak ada taksi seperti di Jakarta yang ada hanya angkutan kota tapi angkutan kota di sana disebut “taksi”. Untuk di wilayah dalam kota Jayapura (Percetakan, Pasifik Permai, Entrop) hanya ada 3 taksi 2 taksi berwarna hijau (lupa nomornya berapa karena kita kalau naik pun harus tanya dulu) dan taksi warna putih. Pusat taksi hijau terminal Entrop (mungkin orang-orang terminal kenal dengan kita karena tiap hari kita ke terminal ini bisa berkali-kali hehehe…). Taksi warna hijau ada 2 rute yaitu Entrop-Hamadi-APO dan taksi hijau dengan rute Entrop-Percetakan (apa kebalik ya beneran da lupa) tarif untuk 2 taksi ini sama yaitu Rp. 2.500. Percetakan dan sekitarnya adalah pusat bisnis yang ramai karena ada banyak toko, toserba dan tempat makan di sini, hotel-hotel juga pusatanya di sini, bank-bank hampir semua toko besar ada di sini dan lengkap. Posisi dusuk taksi warna hijau ini engga seperti angkutan di sini tapi di sana posisi duduknya menghadap ke depan semuanya di samping supir hanya boleh duduk 1 penumpang, lalu baris ke-2 diisi oleh 3 orang dan baris terakhir di isi oleh 4 penumpang, kalau dari terminal taksi engga akan jalan sebelum jumlah penumpangnya pas. Tapi kalau taksi putih posisi duduknya sama dengan angkutan di sini.

Dari Percetakan dan sekitarnya kalau mau menuju Pasifik Permai kita harus naik “taksi” warna putih dengan tariff Rp. 2.000 saja karena memang dekat tapi kalau jalan berasa juga J. Pasifik Permai juga salah satu pusat bisnis yang juag cukup ramai. Kalau kita seringnya jalan dari APO menuju Pasifik Permai karena memang sangat dekat kecuali kalau hujan, panas terik dan udah berasa capek banget hari itu baru kita naik taksi (pengiritan jalan terus hehehe…). Di Pasifik Permai ini saya da Ta hari kedua tiba di Jayapura mulai pekerjaan kita datangi toko-toko di sini, ada banyak kesan karena kita ketemu Alfa & Family di sini (They are our angels), ketemu dengan Ko Tonny ( yang ternyata kita satu penerbangan dengan dia dan dia liat kita di pesawat tapi kita baru ngeh setelah kita datang ke tokonya dan dia cerita), Pak Tjoandy yang banyak kasih kita referensi. Dari mereka berdua kita jadi tahu banyak hal tentang Jayapura, banyak sekali kebaikan yang mereka tawarkan untuk kita yang buat kita sangat..sangat bersyukur.

Di Pasifik Permai ini juga berdiri hotel bertaraf internasioanl Swiss Bel Hotel yang sangat nyaman, pemandangan dari lounge hotel ini menghadap ke laut dan pelabuhan Jayapura (apa ya nama pelabuhannya Ta???). Ada rumah makan padang favorit kita juga yang buat kita ini adalah restoran padang yang paling enak dan bersih yang kita temui selama kita di Jayapura. Kotanya engga besar karena dalam 1 hari kadang kita bisa lewati lokasi yang sama berkali-kali hehehe….
Pinang
Masyarakat asli Papua ternyata sangat suka mengunyah pinang, kita sering ketemu dengan pejual pinang dijalanan mereka menjual pinang dengan sirih dan kapur. Jadi jangan kaget kalau jalan-jalan yang kita lewati, kita akan sering ketemu dengan bekas ludahan pinang, buat mereka itu udah jadi hal biasa. Bahkan di dalam taksi pun mereka bisa mengunyah pinang dan membuang ludahnya sembarangan hehehehe…jadi kalau jalan harus hati-hati juga jangan sampai menginjak ludahan pinang yang belum kering. Di salah satu mal besar di Sentani di food courtnya bahkan sampai dipasang pengumuman dilarang mengunyah pinang bukannya dilarang merokok loh hehehe…Disini kalau liat anak SMU mengunyah pinang sudah tidak heran lagi itu adalah hal biasa, bahkan waktu mau pulang di Bandara kita lihat anak kecil umur 5 tahunan juga sudah mengunyah pinang.

Papeda
Salah satu makanan khas Papua ini terbuat dari sagu yang dimasak dan dimakan dengan ikan kuah kuning (ikan kakap merah). Dari awal saya sudah bertekad untuk mencoba makanan ini karena udah dating jauh-jauh kudu coba makanan khas-nya. Sempet denger kalau rasanya seperi lem dan baunya juga seperti bau lem yang kita suka buat dari sagu (dan katanya engga semua orang biasa makan makanan ini), tapi kalau engga nyoba pasti penasaran. Papeda yang kita makan dibuat oleh karyawannya Tante Susan (Alfa’s mom) menurut info yang kita dengar Papeda dari Café mereka memang terkenal enak. Jadilah pas Ta mau pulang kita diundang makan siang sama Tante dan keluarga dan Tante sudah siapin kita Papeda. Papeda ini harus diambil dengan menggunakan 2 sumpit, diputar-putar membentuk gulungan sampai putus baru dipindahkan ke piring, lalu dimakan dengan kuah ikan kuning tadi. Rasanya?????ENAK!!!untuk sagunya sendiri sudah tidak ada bau atau rasa apapun karena tertutup oleh rasa kuah ikan kuning, lalu kita tidak perlu mengunyah sagunya karena memang tidak bisa dikunyah hanya ditelan saja, yang membuat enak adalah kuah ikan kuning-nya karena rasanya segar, mungkin karena menggunakan belimbing wuluh, kunyit (gat au bumbun lainnya apa hehehe…), ditambah dengan sambal pedas…buat saya ini adalah salah satu makannya yang recommended banget.


Matoa
Salah satu buah khas dari Papua, buah ini sangat unik karena merupakan perpaudan 2 rasa dan 2 bentuk buah-buahan. Di buah ini ada rasa duriannya juga Cuma testur dagingnya seperti leci, bijinya seperi biji durian tapi dalam versi kecilnya..katanya di Jakarta sudah ada jadi kalau pas liat di supermarket boleh beli karena enak dan unik rasanya...
Koteka and other souvenirs
Ehm..komantar apa ya tentang ini pasti udah banyak tahu fungsinya untuk apa hehehe..jadi liat aja gambarnya dengan souvenir-souvenir khas Papua lainnya...



Pemandangan-Pemandangan Indah





Memories From Jayapura (Our Angels)

Hari ke-2 di Jayapura kita cold canvassing di daerah Ruko Pasifik Permai, kita masuk ke sebuah Toko Buku Rohani, di sini kita ketemu dengan Alfa Jonathan anak dari pemilik Toko Buku, Alfa adalah anak kecil pertama yang kita temui di Jayapura yang selanjutnya jadi sahabat kecil pertama kita juga. Alfa sangat pintar menggambar tokoh kartun, semua lukisannya disertai dengan gambar rancangan pakaian yang dia buat (menurut dia pakaian yang dia rancang adalah pakaian glamour sexy hehehehe…).

Selanjutnya kita sering ketemu Alfa di Sekolahnya karena kita sempat datangin ibu-ibu di sekolah Alfa, dari hanya kenal Alfa jadi kenal dengan 2 orang adiknya Belinda Victoria dan Ariella Verina yang juga sangat menggemaskan hehehehe…walaupaun terkadang juga bikin kita panik dan kaget dengan kelakuan mereka, mungkin karena kita belum tahu cara hadapi anak-anak kecil. Alfa berumur 12 tahun, Belin (biasanya dia panggil dirinya Cici) berumur 9 tahun, Ella berumur 7 tahun… Secara akademik anak-anak ini anak-anak berprestasi di sekolah mereka, Alfa bahkan meraih rangking pertama dan mahir berbahasa Inggris. Ketiga anak ini anak-anak yang sangat aktif dan masih suka ribut diantara mereka hehehe…yang buat rumah selalu ramai begitu juga kalau pergi-pergi…


Dari perkenalan dengan Alfa, Belin dan Ella kita jadi kenal juga dengan orangtua mereka Om dan Tante orang-orang yang luar biasa tapi tetap penuh kesederhanaan. Bertemu dengan mereka jadi berkat tersendiri untuk kita, mereka jadi kebahagiaan tersendiri, terkadang disaat lelah kerja dan di Hari Minggu ketemu mereka jadi ada hiburan tersendiri.

Selama 5 minggu disana setiap weekend kita pasti habiskan waktu dengan 3 anak ini dan dengan orangtua mereka. Hari Minggu pertama di Jayapura kita habiskan dengan Alfa, dia ajak kita jalan-jalan ke Sky Land, ke Saga Mal, ke Wihara di Sky Land, minum kelapa dan menikmati pemandangan dari atas Sky Land yang sangat-sangat indah, minggu ke-2 kita nongkrong di Prima Garden, minggu ke-3 jemput anak-anak di Waena lalu makan Pizza di Sarpino dan ke taman hiburan PTC hehehehe…yang buat jantung kita deg-degan, minggu ke-4 jalan-jalan ke Jayapura City, Pantai Base G, Pantai Hamadi, ke Tugu Mac Arthur di Sentani, minggu ke-5 jalan-jalan ke perbatasan PNG, ke Pantai Haltekam (thanks to Ko Herman juga)….semuanya pada akhirnya jadi kenangan yang menyenangkan….

Selain memiliki Toko Buku Rohani mereka juga memiliki café yang makanannya sangat, sangat enak karena Om dan Tante memang pintar masak. Kita sangat sering diundang makan di rumah mereka (hehehehe…kalau makan di sana ada perbaikan gizi), ketika kita kangen dengan nasi campur dan daging babi, Tante khusus buatkan untuk kita…senangnya….Papeda dari restoran mereka sangat enak!!!!!Tante suka menerima pesanan kue, dia juga punya toko kue, kalau ada anggota keluarga yang ulangtahun Tante selalu membuat sendiri kue ulangtahunnya dan enak loh!!!!


Saya dan sahabat banyak belajar dari Om dan Tante, mereka keluarga yang sangat dekat dengan Tuhan, Om dan Tante memiliki beberapa misi berkaitan dengan anak-anak muda Papua, semoga semua yang mereka cita-citakan dapat tercapai. Seminggu sekali di rumah makan mereka di Entrop diadakan seminar untuk anak-anak muda tentang pacaran yang sehat, hubungan pria dan wanita, saya dan Ta pernah ikut sekali dan acaranya menyenangkan. Saya banyak tersentil dengan beberapa hal yang Tante bicarakan ke kita, saya dapat petik beberapa pelajaran berharga. Tante, Om dan anak-anak selalu mendoakan kami dan mengirimkan SMS yang membuat kami selalu ingat akan Tuhan.

Dua hari menjelang pulang saya sempat sakit karena masuk angin biasa, tapi perhatian Tante begitu besar untuk saya dan Des, mereka mendoakan juga supaya cepat sembuh, Tante selalu tanya kondisi saya. Hal yang paling ditakuti kalau kita jauh dari orang terdekat kita adalah sakit tapi dengan adanya Tante saya jadi engga terlalu khawatir. Besoknya waktu datang ke rumah Tante, Tante siapkan ayam kampung rebus katanya biar bervitamin makannya…saya sangat-sangat menghargai semuanya….Des juga baik banget da jagain dan da kerokin juga….

Perpisahan terberat ketika harus meninggalkan Jayapura adalah perpisahan dengan keluarga ini karena kita sudah sangat dekat dengan Om, Tante dan anak-anak. Kita juga terharu dengan kebaikan yang mereka berikan untuk kita.

Kita juga diundang menginap waktu hari Sabtu terakhir sebelum saya dan Des pulang Jakarta, ke gereja bareng dengan mereka sekeluarga (Des memberanikan bawa mobil karena kaki om sedang patah), beraktivitas sampai malam di rumah mereka sangat menyenangkan....

Dari awal hubungan yang terbentuk dengan keluarga ini memang bukan untuk urusan pekerjaan tapi memang murni persahabatan. Seperti tante bilang tidak ada yang kebetulan dari pertemuan kami dengan mereka, semua memang sudah direncanakan dengan indah oleh Tuhan...

Terima kasih untuk semua yang kalian sudah lakukan untuk kami...kami tunggu kedatangannya di Jakarta ya...

We Love You All...

17 July 2008

Memories From Jayapura (Our Home)

Kita mendarat di Jayapura tepatnya di Sentani tanggal 2 Juni 2008, seminggu pertama kita menginap di Hotel di daerah Argapura. Dari awal kita sudah merencanakan untuk tinggal di kos-an aja karena sayang uang untuk bayar hotel selama +/- sebulan di Jayapura, tapi karena kita belum ada kenalan di sana jadi untuk sementara kita inap di hotel.

Hotel yang kita tinggali bukanlah hotel keren tapi yang penting buat kita hotel itu bersih dan nyaman untuk kita istirahat karena kita pergi pagi pulang sore jadi emang bener-bener buat tidur. Kamar pertama yang kita dapat benar-benar engga nyaman (kita ga bisa milih karena semua kamar yang standar dan deluxe sedang penuh) jadi mau ga mau kita harus terima kondisi kamarnya, yang bikin ga nyaman adalah kamar mandinya yang ga terawat dan kotor hehehehe….ampe kita ada rasa jijik untuk mandi. Untung keesokan harinya kita bisa pindah kamar yang jauuuuhhhhh lebih bagus, bersih dan nyaman. Setiap ada yang tanya kita inap dimana orang-orang terheran-heran karena ternyata image hotel yang kita huni itu kurang bagus, awalnya kita cuek karena toh kita engga macam-macam tapi lama-lama jadi risih juga dan capek untuk menjelaskan kenapa kita bisa sampai menginap di hotel itu hehehe…selama tinggal di hotel itu kita engga berani pulang malam, jam 6 sore kita udah sampai di kamar kalau udah sampai kamar udah engga berani keluar-keluar lagi karena engga berasa nyaman.

Hari Minggu tepatnya tanggal 8 Juni kita pindah ke rumah kos di BTN Kotaraja, di sini rumah macam ini disebut bedeng, jadi kita dapat satu rumah kecil yang di dalamnya ada kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu mungil, dapur mungil hehehe….tapi rumah ini bener-bener kosong jadi kita harus beli perlengkapan sendiri. Perlengkapan yang pertama kita beli adalah kasur (penting karena kita engga mau tidur di lantai hehehe…), ember, gayung, tikar dan baygon hehehehe. Pulang dengan senang karena merasa semua perlengkapan sudah siap. Saatnya mempersiapkan makan malam, makan malam favorit kita selama di sana adalah Indomie karena paling praktis dan murah hehehehe…dari Jakarta kita udah bawa panci listrik jadi lebih praktis tapi begitu panci listrik dicolok tiba-tiba gelap gulita!!!!!selidik punya selidik ternyata daya listrik engga cukup kuat hehehe….jadinya kita gagal makan indomie malam itu mana perut udah lapar dan belum makan sama sekali untung ibu kos baik beliau menghibahkan ikan goreng hasil pancingan suaminya untuk kita…senangnya hehehehe…..kalau panci listrik aja engga bisa dipake, kita jadi mikir gimana dengan hair dryer kita ya (sibuk liat voltage hair dryer hehehehe), jadinya sejak hari itu rambut kita engga pernah tersentuh hair dryer karena engga berani coba takut listriknya mati lagi dan itu berarti kita buat kehebohan lagi karena listrik rumah kita jadi satu dengan listrik rumah sebelah hehehe…







Keesokan harinya kita hunting kipas angin, kompor minyak tanah, kuali (dengan harapan bisa makan telur ceplok karena udah sedikit bosan dengan Indomie hehehe…) dan beli kaca juga karena selama 2 hari kita tidak bisa ngaca hehehe..bisa ditebak kan penampilan kita rambut engga di hair dryer, dandan mengandalan kotak kartu nama yang kacanya sangat buram hehehehe…..
Jadilah hari itu perlengkapan rumah tangga kita lengkap!!!!!



Kalau pulang kerja udah capek banget begitu liat ruang tamu kecil kita rasanya sangat…sangat..senang hehehe… Di ruangan tamu mungil ini kalau malam kita pulang kita ngumpul untuk makan malam, ngurusin kerjaan, beres-beres dokumen. Kalau pagi ruang tamu ini berubah fungsi menjadi tempat kita dandan, keringin rambut di dekat kipas angin, tempat saya dan Ta ngopi dan Des sarapan Indomie. Buat kita ruang tamu ini sangat-sangat nyaman walaupun sempit kalau bertiga udah ngumpul di sana mesti pintar-pintar atur posisi hehehehe…ngaca pun harus gantian biar bisa dandan dengan nyaman hehehehe…Kipas angin kalau pagi ada di ruang ini selain berfungsi supaya tidak panas dan juga pengganti hair dryer hehehe….




Ini Ruang Tidur kita, tempat kita taruh semua pakaian-pakaian kita, boneka hadiah dari our three little angels. Kalau tidur kasurnya hanya dialasi kain bali, bantalnya adalah boneka hehehehe…(yang buat saraf kejepit Des makin parah!!!) dan kalau saya yang penting harus ada kipas angin mungil kita hehehehe..kalau engga tidur engga nyenyak, kita jarang beraktivitas di sini jadi hanya memang untuk tidur, cerita-cerita dan ngobrol sebelum tidur plus ketawa-tawa engga penting kita hehehehe….di ruangan ini yang paling cepat tidur adalah Ta terkadang dia bilang dia engga bisa tidur sebenarnya itu engga pernah terjadi dalam kamus hidup dia, kata-kata yang benar adalah dia belum bisa tidur karena 5 menit setelah dia bilang dia ga bisa tidur dia akan tidur, kalau saya terkadang memang tidur lebih cepat dari Ta dan Des tapi saya engga pernah bilang saya engga bisa tidur hehehehehe…(ampun Ta!!!!!hehehehehe….) dan yang paling cepat bangun adalah Des….


Ini Dapur Mungil kita, tempat kita masak Indomie, masak air untuk minum kopi, untuk goreng telur (belakangan kita engga pernah masak telur lagi karena perjuangan bersih kualinya yang lengket engga sebanding hehehehe….ya kan Ta).

Ini Kamar Mandi kita, kamar mandinya besar ya….tapi memang engga ada fasilitas air panas hehehehe… tapi ini udah cukup buat kita karena balik lagi yang penting bersih…salah satu sahabat kita selalu takut dengan kamar mandi ini karena ada bagian atas yang bolong jadi dia berasa kalau sedang mandi ada yang liat dia hehehe….


Ini halaman rumah kita…luas kan... total di sini ada 10 rumah dan kita rumah ke -1 loh, kalau malam ada pagar yang ditutup jadi kita berasa aman-aman aja, engga terlalu kenal dengan tetangga yang rumah-nya udah jauh hanya kenal dengan 2 rumah yang dekat kita itu pun Bapak yang kenalin kita ke rumah ini dan Ibu kos, kalau pagi alarm kita suara ayam hehehehe…..

Ini Jalanan menuju rumah kita…kita harus lewati rumah-rumah penduduk dan kandang ayam ini hehehehe….tiap hari jalanan ini kita lewati sambil ngobrol n ketawa-tawa…
Kangen dengan semua aktivitas di “rumah pink”, di sana kita bertiga lalui banyak hal, tempat kita ketawa-tawa sampai sakit perut karena khayalan engga penting kita tentang “beberapa orang” hehehehe…tempat kita nangis karena beberapa hal, tempat kita istirahat dengan nyamannya ketika kita udah lelah kerja, tempat kita bercanda dan saling cela biar engga stress hadapi hari-hari yang berat hehehehe….karena memang kita engga menemukan hiburan di sini di rumah kita ga ada TV, koran juga engga ada, jadi tiap hari bertemu dengan Ta Cuma ngobrol ngalor ngidur, pas Des datang suasana jadi lebih hidup dengan keseruannya dia hehehe…..




Pada akhirnya semua yang terjadi di rumah mungil ini INDAH!!!!!

11 July 2008

I'm Back!!!!

Finally I'm back!!!!!...

Ada rasa seneng kembali lagi ke rumah karena udah kangen banget dengan ortu, adik2 dan sahabat-sahabat tapi ada rasa sedih juga karena ninggalin Jayapura karena ada banyak hal yang udah dialami di sana...ada tawa, ada tangis, ada semuanya di sana.....

Cerita tentang Jayapura dan apa yang kita alami menyusul ya..yang penting laporan dulu kalau yang punya "rumah" udah pulang hehehehe....