Beberapa hari yang lalu saya harus menemani seseorang untuk medical check up, mereka pasangan suami istri, uniknya keduanya sama-sama tidak bisa bicara dan mendengar jadi kita berkomunikasi dengan tulisan. Sebelum berangkat saya sudah menyiapkan kertas dan pulpen untuk nanti berkomunikasi. Mereka telah dikaruniai seorang putra berusia 2 tahun, Puji Tuhan anak mereka bisa mendengar dan berbicara bahkan saat ini sudah sekolah di play group n pintar bernyanyi juga, kadang kalau saya sedang ke rumah mereka, saya lihat anak mereka sedang nyanyi (bahkan nyanyinya lagu DEWA!!!! Hehehe….). Kalau saya tanya dan anaknya malu anaknya langsung lari sembunyi di belakang badan ibu-nya.
Hubungan orangtua dan anak yang masih sangat kecil ini tentu sangat unik…bagaimana orangtuanya harus memberitahu anaknya tentang yang boleh dan tidak boleh, mengajari anak-nya apabila anaknya mengalami kesulitan dalam belajar. Tapi Tuhan pasti sudah merencanakan dan menyiapkan semuanya dengan baik dan sempurna dari sejak awal ketika Tuhan mengijinkan seorang anak yang normal hadir dalam kehidupan pasangan ini.
Janjian untuk medical check up ini saya buat dengan orangtua mereka, jadi orangtua mereka yang memberitahu mereka kapan waktunya, bertemu dengan saya dimana dan sebagainya. Pada hari yang sudah kita tentukan mereka menjemput saya di rumah. Dia datang bersama istrinya, lalu sama-sama kita ke RS yang sudah ditunjuk, selama berada di mobil kalau saya harus memberitahu arah jalan saya harus menepuk bahunya dan baru menunjukkan arah jalan selanjutnya. Agak sedikit khawatir sebenarnya karena dia tidak bisa mendengar jadi kalau ada motor atau mobil yang membunyikan klakson peringatan gimana ya…tapi dia sudah cukup berpengalaman karena dari yang saya tahu dia sudah lama menyetir.
Selama perjalanan saya berpikir, betapa sunyinya kehidupan mereka, kalau mengenai bicara masih bisa dilakukan dengan bahasa isyarat, dengan tulisan, membaca gerak bibir tapi tidak bisa mendengar suara-suara yang ada disekitar kita…tidak terbayang buat saya.
Sambil nunggu giliran, saya ngobrol-ngobrol dengan istrinya, kadang dengan baca gerak bibir-nya, kadang dengan tulisan, berbicara dengan mereka seru karena banyak pertanyaan yang tidak terduga juga yang ditanyakan ke saya…..
Dari mereka lagi-lagi saya belajar bahwa keterbatasan bukan penghalang buat seseorang untuk mencapai sesuatu…buktinya adalah seseorang ini…dia bisa nyetir, dia bisa bekerja, mereka bisa membesarkan anak mereka. Mereka juga membuat saya mensyukuri semua hal yang saya miliki, semua hal yang sudah saya lalui.....
Semoga proses untuk mereka bisa berjalan lancar karena apa yang sedang diproses penting buat keluarganya di masa depan…..
30 October 2007
Pelajaran dari Seseorang
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment