Showing posts with label Uncategorized. Show all posts
Showing posts with label Uncategorized. Show all posts

26 October 2007

Pontianak (17-19 Okt 2007)

17-18 Oktober 2007


Setelah selesai beres-beres di hotel check out jam 09.00, tadinya mau tinggal di hotel ampe tanggal 19 Oktober tapi berhubung rumah Ta sepi jadinya pindah nginap di rumah Ta (lumayan buat irit ongkos hotel hehehe…). Dari hotel langsung ke tempat sarapan yaitu kwe chap, kwe chap ini terdiri dari dua bagian makanan….pertama seperti kwe tiaw tapi ini lebih lengket dan bentuknya besar-besar (mirip bubur juga) atasnya diberi cincangan bawang putih goreng, kedua adalah kuah yang terdiri dari kulit babi goreng, baso ikan,daging B2, tahu dan tak lupa diberi cincangan bawang putih goreng juga. Cara makannya bisa dicampur atau terpisah, kalau saya lebih suka makannya dengan cara terpisah. Bisa diberi sambel sesuai dengan selera kita. Rasanya???enak!!!!!hehehehehe…(belum bisa seperti anggota jalan sutra yang bisa mendiskripsikan makanan yang dimakan itu seperti apa, cuma bisa bilang enak dan tidak enak). Minumnya liang teh yang berwarna merah. (di Ponti liang teh kebanyakan berwarna ungu dan merah)

Dari sana kita kembali ke rumah Ta, lalu dengan menggunakan motor kita keliling lagi ke kota Pontianak, tujuan pertama makan ice cream di depan sekolah St. Petrus, es cream-nya disajikan dalam 2 tipe tempat, yang pertama di gelas kecil biasa, yang kedua di dalam kelapa jadi makan ice cream dan kelapa sekaligus. Saya dan Ta pesan yang dalam gelas biasa karena perut memang masih kenyang. Ada beberapa rasa seperti strawberry, vanilla, coklat dan nangka, ice cream ini dicampur lagi dengan cincangan cincau hitam, agar-agar dan kacang merah. Ice Creamnya halus walaupun buatan rumah rasanya unik apalagi ditambah dengan campuran lainnya. Saya pesan strawberry dan nangka sedangkan Ta pesan yang coklat.

Kita juga pesan talam talas yang atasnya dikasih taburan ebi goreng dan choi pan isi talas, isi bengkoang, isi kucai, favorit saya adalah choi pan isi talas dan talam talasnya. Dari sana kita ke sekolahnya Ta n Nie (St. Paulus), lewat Katedral St. Yusuf, ke Kampusnya Nie. Lanjut lagi perjalanan ke kota Sintan, untuk menuju kota ini kita harus lewati 2 jembatan yang cukup panjang, bisa juga nyebarang dengan menggunakan kapal dari Sungai Kapuas, tapi kita milih lewat jembatan aja. Tujuan ke Sintan adalah untuk melihat tugu khatulistiwa dan makan jagung bakar di PG (Pondok Gede) tapi karena nyasar cari PG dan perkebunan lidah buaya engga ketemu dan Ta lupa bahwa tujuan awalnya untuk lihat tugu khatulistiwa maka kita pun pulang lagi ke Pontianak hehehe……

Sampai di Pontianak mampir minum susu kacang baru lanjut ke rumah Ta, tidur bentar abis itu sama adik-adiknya Ta kita ke Pantai Kakap (semacam perkampungan nelayan, perjalanan dari Pontianak ke Pantai Kakap +/- 30 menit). Kita ke salah satu restoran yang terapung (berbentuk seperti rumah panggung) yang menghadap langsung ke laut, tempatnya sebenarnya bagus dan menarik mungkin karena lokasi sekitarnya kurang terawat jadi lokasi ini kehilangan daya tariknya. Nongkrong di salah satu pondok sambil minum kelapa muda, ngobrol-ngobrol sambil buat rencana ke Singkawang. Disana diputusin kita ke Singkawangnya malam itu juga engga jadi tanggal 18 Oktober. Setelah puas nongkrong dan ngobrol-ngobrol kita pun pulang lagi ke Pontianak.

Sampai di rumah Ta, siap-siap buat perjalanan ke Singkawang, kita keluar makan sambil beli perbekalan buat perjalanan ke Singkawang. Makan malam hari ini menunya daging ular, tadinya sempet seram tapi setelah dipromosiin Ta dari hari pertama sampe di Ponti akhirnya berani juga coba, daging ular dimasak kuah rasanya asam pedas segar sama sekali tidak keliatan seperti daging ular, rasa dagingnya seperti daging B2 tanpa lemak seratnya pun mirip, di dalam kuah juga diberi daun selada.

Mampir beli makanan kecil sejenis moci, bedanya kalau moci isian kacangnya di dalam adonan moci, kalau ini adonannya engga diisi hanya dipotong kotak kecil-kecil lalu diberi taburan kacang goring halus dan gula. Harus cepat dimakan karena kacang dan gula sangat cepat meleleh, saya tidak terlalu suka karena rasanya yang sangat manis.

Dari sana kita makan es kacang merah, es kacang merahnya tidak diberi santan seperti di Jakarta jadi kuahnya bening kecoklatan, es yang digunakan juga es batu bukan es batu serut, rasanya segar dan kacang merahnya empuk…tidak terlalu manis…enak….sambil minum es kacang merah Ta juga pesan choi pan tapi bentuknya bulat dan lebih besar dari choi pan yang tadi siang kita makan karena yang ini choi pan-nya akan digoreng, lalu talam pontianak lagi yang juga digoreng. Rasa choi pan gorengnya biasa sama seperti choi pan yang tidak di goreng, sedangkan rasa talam pontianak (talam talas, talam kucai) yang digoreng enak banget, ada rasa manis, asin dan gosong-gosong gitu.

Pulang ke rumah Ta buat siap-siap ke Singkawang berangkat dari rumah Ta kira-kira jam 22.30an kita pergi rame-rame (Vita, Lichu, Livi, Aan, Achan, Anto, Ating). Hehehe…masalah utama pergi dengan mereka semua adalah KOMUNIKASI…asli beneran bingung mereka semua ngomongin apaan karena mereka ngomongnya pake bahasa Tio Chiu jadinya engga bisa denger sama sekali…untung ada Lichu (Ta’s Sister) yang mau jadi penerjemah yang baik hehehe..dan mereka juga berusaha ngomong pake Bahasa Indonesia tapi berasanya lebih seru denger mereka cerita pake Bahasa Tio Chui dibandingkan Bahasa Indonesia. Jadinya kalau mereka ketawa dengan hebohnya gua cuma bisa senyum-senyum sambil nebak-nebak mereka ngomong apa ya…hehehehe…..

Selama perjalanan kita sempet berhenti di Tugu Khatulistiwa mampir sebentar yang penting kan da mampir hehehehe…..setelah itu perjalanan lanjut lagi…ga bisa liat apa-apa karena emang gelap banget jalanan…trus jam 24.00 kita sampai di Sungai Pinyuh (bener ga ya Ta???), salah satu kekhasannya kota Pontianak dan sekitarnya adalah warung kopi di pinggiran jalan banyak banget, kita pun berhenti disitu sambil duduk ada yang minum kopi, teh, ngemil-ngemil, 15 menit kemudian kita lanjut lagi perjalanan.

Tujuan pertama kita adalah Pantai Pasir Panjang, jam 02.00 kita sampai juga, langsung ke penginapan sana, setelah tanya-tanya dan lihat kamarnya kita mutusin untuk tidur di mobil aja. Akhirnya keliling bentar cari lokasi buat parkir mobil, kita ketemu satu warung lagi di tepi pantai (bisa denger suara ombak dengan jelasnya), akhirnya nongkrong disana sambil ngobrol-ngobrol n ngemil-ngemil. Yang angkatan tua (hehehe…kita Ta maksudnya) n Livi tidur di mobil…bangun-bangun udah pagi kira-kira jam 06.00, yang lain ternyata udah main di pantai…Pantainya agak kotor karena banyak sisa-sisa sampah di pinggir pantai n pondok-pondok dipinggir pantainya terkesan engga terawat, pantainya engga berombak (kata Ta ini seperti bukan pantai tapi sungai besar hehehe)…pemandangan disekitar lumayan bagus.





Setelah semua ngumpul jam 07.00an kita lanjut lagi ke lokasi berikutnya Pantai Sedau…Pantai ini lebih banyak fasilitasnya, ada warung-warung juga tapi lebih rapi dan bersih, ada dermaga yang belum selesai dibangun…lucunya disepanjang garis pantai dibangun patung binatang-binatang yang merupakan symbol shio dalam penanggalan Chinese. Kita sempet nongkrong di dermaga, berdua sama Ta foto-foto pemandangan. Dari dermaga kita nongkrong lagi disalah satu warung sambil minum kopi, yang lain ada yang main ayunan, bercanda dengan anjing yang ada disitu. Disini juga ada binatang-binatang unik yang dipelihara jumlanya engga terlalu banyak karena sebagian sudah dipindahkan ke lokasi yang baru. Lokasi pantainya mirip dengan Ancol tapi belum seramai Ancol dan fasilitasnya juga sedang dalam pembangunan. Untuk sampai di Pantai kita harus melalui jalanan sempit yang kiri kanannya merupakan rumah penduduk yang masih terbuat dari kayu (sangat mirip dengan perkampungan di Bangka).





Dari Pantai Sedau kita lanjut lagi perjalanan ke Hanmui, berhenti makan di kota Singkawang dulu di salah satu Restoran Vegetarian nah disini ketemu dengan sayur pakis, kacang panjang pontianak yang besar-besar tapi pendek-pendek dan keriput-keriput tidak seperti kacang panjang disini yang panjang, kurus n mulus. Makanannya enak-enak walaupun makanan vegetarian. Selesai makan kita lanjut lagi perjalanan ke Hammui (jeram/sungai).

Sepanjang jalan lagi-lagi kita lewat rumah penduduk yang halamannya banyak ditanami pohon coklat dan jeruk kunci/sonkit. Disini Aan sempet minta buah coklat sama salah satu rumah hehehe..untungnya dikasih n kita foto-foto (Cen, tadinya mau kasih Cen2 tapi lupa bawanya ada di mobil Ta).


Jalan ke Hanmui makin jauh makin kecil dan engga mulus. Akhirnya kita sampai juga, kita harus melalui “pos penjagaan” yang jaga engga pakai seragam dan engga jelas siapa dia hehehehe….untuk ber-9 dia minta ongkos bayar 18.000 setelah ditawar-tawar jadinya 15.000 (kok bisa ya ditawar). Dari tempat parkir kita harus jalan lagi ke jeram lewat hutan. Jeram ini banyak batu-batu besar-besar airnya bener-bener jernih, dingin juga…semua main air (kecuali Ta n Li Chu hehehe….tumben Ta….). Seru liat semuanya main air, yang cowok bercanda engga karuan di air hehehehe…ampe kita liatnya ketawa-tawa.



Disini semuanya bersekongkol pertama diciprat air ampe baju basah semua, karena engga berani turun ke bagian bawah jeram yang engga jelas pijakannya (udah sempet nyoba sendiri tapi beneran serem karena kaki kok engga bisa injak daratan di bawah sana)…..akhirnya sama segerombolan orang engga bertanggung jawab itu dengan menggunakan bahasa mereka yang bisa dimengerti mereka maksa dengan pegang kaki n tangan gua supaya nyemplung ke bawah sungai, akhirnya setelah mohon-mohon n janji buat nyemplung sendiri mereka ngelepasin juga (gua bisa panik banget kalau dilempar gitu!!!!!)….dengan perjanjian mereka harus pegang tangan gua ampe gua bisa cari pijakan batu…(kalau dipikir kok penakut banget ya…ehm …..harus semangat belajar berenang nich!!!!!!).




Setelah puas main air ampe menggigil akhirnya kita pulang..yang ribet masalah ganti baju hehehe…tapi akhirnya berhasil juga. Kita harus buru-buru karena Vita harus pulang ke Jakarta pake pesawat jam 16.00. Mampir ke kota Singkawang beli rujak mangga ebi yang dipesen adiknya Ta (antri ampe hampir 1 jam, tapi rasanya rujaknya biasa aja hehehe…). Dari sana langsung lanjut perjalanan ke Pontianak…berhenti lagi disungai pinyuh buat beli asinan mangga dan atapson. Lagi-lagi mampir bentar di warung kopi, kasian yang Aan yang nyupir dari semalam dia terus yang nyupir jadi istirahat bentar di warung kopi.
Perjalanan lanjut lagi ke Pontianak, waktu makin mepet jadinya Aan bener-bener ngebut bawa mobilnya, bahkan pas di jalan menuju ke bandara lebih parah lagi hehehehe…sampe kita semua ikutan tegang, tapi acungan jempol buat Aan yang hebat nyupirnya.

Akhirnya sampai di bandara dan Vita bisa juga pulang ke Jakarta, kita juga akhirnya pulang ke rumah Ta, sempet mau cari makanan tapi makanan yang kita tuju belum ada yang buka. Sampai rumah Ta buatin Livi cerpen (hehehe…abis merasa bersalah gara-gara nemenin ke Singkawang dia bolos n belum ngerjain PR –nya) engga tau itu cerpen jadinya kayak apa…Ta janjian jam 19.00 keluar makan sama temanya, ya udah akhirnya kita pergi makan malam kali ini sama Amel (adik ipar-nya Ta), temennya Ta, tujuan kita Bakmi Kepiting (Cen, kepiting n capitnya lagi engga ada hehehe…). Rasanya enak, mie-nya halus-halus kecil, isian daging B2, kulit B2, baso ikan, Mie-nya bener-bener kering karena makan mie disini engga dikasih kuah, engga ada taouge n sayurnya juga.

Langsung lanjut lagi ke tempat makan berikutnya, tujuan kita makan shiobi (siomay dari daging B2). Tempat makannya benar-benar sederhana tapi rasa shiobinya enak, saya hanya tidak terlalu suka dengan sambalnya aroma sambalnya sangat kuat. Kalau Ta makannya unik cuka hitam, sambal diaduk jadi satu jadi shiobinya sedikit terendam. Disini kita juga pesan juhi bakar yang ditumbuk jadi tipis-tipis, ada emping sebagai pelengkap dan makannya pakai sambal petis yang dicapur dengan ebi dan perasan air jeruk kunci.

Akhirnya acara makan-makan hari ini selesai….

19 Oktober 2007

Hari ini hari terakhir di Pontianak padahal masih banyak makanan yang belum dicoba karena keterbatasan waktu dan perut hehehe….
Pagi-pagi setelah beres-beres baju, kita pergi sarapan kembang tahu (Cen kembang tahu loh!!!!hehehe…). Kembang tahu disana beda karena mereka engga pakai air jahe tapi dikuahin sama air susu kacang (disini nyebutnya air tahu) trus ditabur gula pasir yang sudah digoreng karena masih berbentuk butiran gula tapi warnanya kecoklatan…kembang tahunya halus banget dan harum hehehe….kita pesan satu mangkok kembang tahu n satu gelas susu kacang. Hasilnya kenyang pisan!!!!

Dari sana kita pergi cari oleh-oleh sempat panik karena setelah tanya dibeberapa toko, oleh-oleh yang kita mau habis!!!!keliling lagi ke toko oleh-oleh lainnya, untung masih ada itu pun kita ambil pesanan orang hihihihi…tapi boleh ama engkonya…Leganya!!!!Rute hari ini bener-bener cuma beli oleh-oleh aja. Hari ini Pontianak hujan setelah 2 hari disana ngerasain cuaca panas.

Sebelum pulang kita makan siang dulu karena menurut Ta makanan satu itu wajib hukumnya dimakan, siang ini menu kita pangsit saya pesan pangsut kuah, pangsit kering dan Ta pesan mie yang dari beras warnanya putih (lagi-lagi mirip kwetiau) tapi ini pendek-pendek banget palingan ukurannya 2 cm dan buntet-buntet. Digoreng dengan sayur choi sim, tauge, daging B2. Dua-duanya enak menurut saya.

Selesai urusan oleh-oleh akhirnya pulang ke rumah Ta, hasilnya : 2 tas baju (yang Ta super besar tasnya malah Achan bilang itu tas keyboard bukan tas baju), 3 kardus oleh-oleh, 2 paper bag hehehehehe…bawaan kita beranak pinak Ta!!!.

Pulang dengan pesawat Batavia lagi yang jam 16.00….diantar Mama-nya Ta, Lichu n Livi….jam 17.30 mendarat di Jakarta.

Tamat….

Ta Chan..Thank You ya da nemenin gua jalan-jalan selama di Ponti, da nyediain tempat buat gua tidur, nyediain mobil n motor pokoknya buat semuanya dech….Om dan Tante Terima Kasih ya….Thank You buat yang lainnya Lichu, Vita, Livi, Aan, Achan, Anto, Athing da sempetin waktu kalian buat ngajak jalan-jalan ke Singkawang…

Perjalanan kali ini sangat menyenangkan dan mengenyangkan hehehehehe….suatu hari ini pasti kembali lagi ke Pontianak, Cen harus ikut ya hehehehe…..

24 October 2007

Pontianak (16 Okt 2007)

Perjalanan ke Pontianak (Ta Chan’s Hometown) dimulai hari ini, traveling kali ini sendirian karena Cen engga jadi ikut hiks..hiks…berangkat dari Jakarta pake pesawat Batavia jam 08.45. Jam 10.10 mendarat di Bandara Supandio Pontianak dijemput sama Ta Chan dan sepupunya.

Dari bandara kita langsung mampir ke Nasi Campur Akwang…agak beda dengan nasi campur yang dijual di Jakarta karena nyang disini engga pake kuah merah dan nasinya engga kering tapi dikasih kuah, kita tetep akan dapat satu mangkuk kuah yang ada sayur asinnya (menurut Ta nasi campur di Ponti juga ada yang pake kuah merah..versinya memang beda-beda). Selesai makan lanjut lagi perjalanan ke hotel, check in di hotel Gajahmada di Jalan Gajahmada. Mungkin karena keterbatasan lahan hampir semua hotel disini menjulang ke atas bukan melebar, jadi jangan berharap melihat hotel dengan taman dan lapangan parkir terbuka yang luas…kecuali Hotel Kapuas yang luas mungkin karena hotel lama dan tidak berada di pinggir jalan. Bahkan hotel Santika pun diapit oleh pertokoan dan bentuknya lagi-lagi meninggi dan berada di pinggir jalan. Disamping hotel Gajahmada ada 2 hotel lain yang benar-benar bersebelahan yaitu Hotel Peony, Hotel 2000 (ratenya tidak berbeda jauh).

Setelah check in, kita jemput adiknya Ta (Feri) yang menginap di Hotel Kapuas, lalu ke rumah Ta kenalan sama adiknya yang kecil Livi, orangtuanya Ta. Ternyata Livi, Vita n Lichu (adik-adiknya Ta yang lain) lagi hitung uang angpao (adiknya Ta yang cowok Feri married tanggal 15 Oktober). Hehehe….jadi ikut-ikutan hitung angpao…setelah dari rumah Ta balik lagi ke Hotel taruh barang dan jemput sepupunya. Ke rumah Ta lagi ambil motor, kita keliling kota pake motor akhirnya hehehe…seru!!!

Kita mulai perjalanan kuliner kita hehehe…..Ta ajak makan di Jalan Merapi, kita makan Kwe Khia Theng, makanan berkuah kecoklatan (mirip kuah bakut teh) isinya semacam kwe tiaw (tapi lebih lebar, lebih pendek), jeroan B2 (usus, lidah, hati) dan daging B2-nya juga ada. Rasanya gurih dan harumnya khas…enak dech hehehe….

Selesai makan kita keliling kota Pontianak, engga terlalu besar (mirip dengan Bangka), sempet bilang ke Ta baru beberapa jam di Ponti tapi udah lewatin jalan yang sama berkali-kali hehehehe….Akhirnya kita ke Alun-Alun Sunga Kapuas..naik kapal keliling Sungai Kapuas, selama di kapal kita bisa lihat banyak pemandangan “unik” di sepanjang sungai. Di sepanjang sungai banyak rumah-rumah penduduk yang melakukan segala aktivitas mereka. Yang unik penduduk di sepanjang sungai penduduk mandi, mencuci pakaian, bahkan buang hajat pun disana…dan yang “terunik” adalah sikat gigi juga disana menggunakan air yang sama untuk mandi, cuci pakaian dan buang hajat hehehehe…ini aktivitas yang paling engga bisa saya bayangkan kalau saya harus menjalani kehidupan seperti mereka….





Keliling sungai kurang lebih 1 jam, setelah itu kita pulang lagi ke rumah Ta, Ta ambil baju karena dia nemenin tidur di hotel…..sampai di hotel siap-siap pergi makan, karena hujan cari makan-makan dekat hotel Ta ajak makan di rumah makan sederhana di emperan gitu, hanya jualan kwe tiaw dan mie goreng…sebutannya KCKT (lupa singkatan dalam bahasa thio ciu-nya) tapi kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya mie goreng or kwe tiaw goreng ekonomis karena gorengan mie dan kwe tiaw-nya hanya dikasih taoge dan telur goreng…tempatnya lumayan ramai…rasanya enak mungkin karena saya memang penyuka kwe tiaw goreng.

Selesai makan pulang ke hotel ambil motor yang diparkir di swalayan sebelah hotel ternyata parkiran udah kosong sempet bingung karena engga liat motornya Ta, ternyata dipindahin ke pinggir sama tukang parkirnya dan helm Ta hilang satu karena udah engga ada orang jadinya engga ada yang bisa ditanyain ya udah direlain helm-nya. Lalu pulang ke hotel istirahat….

01 October 2007

Edmund Danuarta

Setelah Daven Valentino sekarang lahir lagi keponakan yang kedua. Edmund Danuarta lahir tanggal 29 September 2007 pukul 12.57 Wib, Berat 2,9 Kg, tinggi 46,5 Cm…

Hi Edmund... Welcome to this world….


Mel, kalo lagi nangis gini Edmund lebih mirip siapa?Hehehehe....

Sabtu kemarin pas lihat Edmund di ruang bayi lucu banget (dijejerin sama 3 bayi lainnya yang juga lucu-lucu)…Edmund mirip sama mommy-nya (hidung dan dagu-nya) mulutnya lucu udah bisa main ludah yang ada dimulutnya ampe mulutnya monyong-monyong…(apa ini pertanda dia akan serame mommy-nya hehehe…).

Hari Sabtu pertama kali tahu kalau Meli udah melahirkan dari Jun terus konfirmasi ke Abner ternyata bener Mel uda melahirkan. Sempet ngoceh-ngoceh ke Abner sakingan hebohnya (sorry Ner ga maksud ngoceh hehehe…kaget soalnya). Sabtu pagi Mel sempet telepon Jun tanya-tanya tentang tanda-tanda melahirkan, berdasarkan pengalaman Jun (Mommy-nya Daven) bentar lagi Mel bakalan melahirkan. Meli langsung siap-siap ke RS Graha Medika, disana dia langsung masuk ruang tunggu untuk bersalin sambil nungguin Abner yang masih di jalan pulang dari Toko. Ada masalah sama Edmund nafasnya dia jadi drop kalau Mel kontraksi yang sempet buat Mel panik banget, tapi Suster n Dokter engga bisa ngapa-ngapain karena harus ada tanda tangan Abner sebagai tanda kalau Abner setuju Meli akan dioperasi. Puji Tuhan akhirnya Edmund lahir dengan selamat dan Meli juga baik-baik aja.

Mel dari awal memang udah mutusin mau Operasi Caesar aja, tapi pas sampe RS dia sempet berubah pikiran mau normal aja katanya karena dia berasa bisa nahan sakitnya hehehe…tapi engga dikasih sama Dokter karena masalah nafasnya Edmund yang drop. Pas jenguk dia ada rasa engga percaya sahabat yang kecil bin imut ini udah jadi Mommy…hehehe…Karena emang orangnya rame biar lemes-lemes n haus tetep aja bisa cerita dengan lengkapnya hehehe….

Edmund, semua doain Edmund yang terbaik..Edmund jadi anak yang sehat, bahagia dan sayang sama mami dan papi. Buat Mel n Abner Selamat ya buat kalian berdua..udah jadi ortu sekarang hehehe…(lagi-lagi berpikir jalannya waktu cepat banget ya..). Pasti kalian akan jadi orangtua yang luar biasa juga buat Edmund…Good Luck n God Bless Three of You….



Mel, setelah boleh keluar mau nongkrong-nongkrong dimana????? hehehehe…kita tunggu ya!!!!!!

28 September 2007

Bali

Gara-gara baca rencananya Ace buat ke Bali jadi kepikiran tentang Bali, engga tahu sampai hari ini buat saya Bali adalah tempat yang luar biasa. Selalu muncul perasaan kangen sama Bali. Ada yang bilang Bali surga kalau buat liburan tapi untuk tinggal disana mungkin akan membosankan hehehe…mungkin karena ritme hidupnya mereka jelas beda dengan kita disini lebih santai mungkin itu yang akan buat bosan..semua rasanya jadi monoton.

Tapi saya suka dengan Bali mungkin karena di Bali terasa lebih tenang, engga sepadat disini, engga sesibuk disini, engga seseram disini (mungkin). Dalam mimpi saya (zzzzzz lagi tidur jadinya mimpi dech ;)), suatu hari nanti saya bisa tinggal di Bali….di Bali saya bisa nemuin pantai dengan mudah…saya ngebayangi setelah seharian habisin waktu buat kerja, pulang kerja bisa mampir ke Pantai…duduk di Pantai sambil baca buku n minum kopi hehehe….. Kalau lagi engga kerja pagi-pagi juga bisa ke Pantai, mikirin hal-hal engga penting sambil liat orang-orang yang sibuk sama kegiatan mereka. Hehehe…Kok mimpinya simple bener!!!!. (Bangun!Bangun! ya…udahan dech mimpinya hihihi….)

26 September 2007

Latihan Koor :(

Sebenernya gua ga suka nyanyi yang sifatnya formal gitu kalau nyanyi buat diri sendiri or di kamar mandi masih boleh lah karena emang gua ga ada bakat alias suara gua amburadul, gua juga ga bisa baca not lagu jadi kalau ga ada yang mulai duluan nyanyiin satu lagu gua ga akan bisa mulai sendiri karena emang ga ngerti gimana baca not itu hehehehe….

Gua berasa paling ribet kalau ada pembagian suara 1 ampe 4, gua sich ikutnya suara sopran hehehe..karena paling gampang kebanyakan lagu-lagu yang dinyanyiin di gereja kan nadanya buat suara sopran jadi gua udah kenal nada-nadanya hehehe….

Kenapa gua maksain ikut padahal gua ga bisa nyanyi???Pertama, pas ke gereja kesindir aja sama kotbahnya Romo, Romo ngomentarin kalau ikut koor itu ga harus punya suara bagus yang penting mau urusan bisa ga bisa, nanti kalau udah latihan pasti jadi bisa…bener juga ya..Romo kasih perumpamaan kalau kita dulu juga bisa berhitung tapi karena sering latihan jadi bisa kan, gitu juga dengan nyanyi. Alasan kedua karena kekurangan orang yang kasihan yang ngelatih udah sediain waktu buat ngelatih Lingkungan kita tapi kitanya banyak engga datang…

Kalau latihan koor selalu ada cerita n kejadian lucu terutama dari gua dan Tante, karena gua baru latihan sekali jadi kejadian memalukan dari gua belum ada. Hari Selasa kemarin Tante yang bikin kita ketawa, pertama dia ga konsen karena dia bilang dia ngantuk banget jadi kita lagi buka n ngomongin lagu Bapa Kami Tante bukanya lagu persembahan dan dia bahas lagu itu hehehehe…jadinya ga nyambung, yang kedua kita semua lagi diem masing-masing coba nyanyi sendiri dengan suara pelan-pelan tiba-tiba dengan kencengnya Tante nyanyi yang bikin kita semua kaget abis itu kita semua ngetawain n ngeledekin Tante kalau dia udah bisa jadi solis hehehehe….(ci ye…si Tante) Tante udah balik nich konsentrasinya hehehehe….si Tante sebenernya sama kayak gua (parahan gua sich) dia juga ga bisa baca not, jadi kalau kita nyanyi mulai dari not Tante akan protes supaya langsung ke teks aja biar gampang….hehehehe….

Pas latihan koor gua juga ga berani nyanyi terlalu kenceng karena takut ganggu suara yang lain yang udah bagus (Cen malah nyaranin gua pura-pura nyanyi aja ga usah keluar suara sama sekali…hehehe…). Gua pernah ditegur sama yang ngelatih kita (orangnya baik n suaranya bener-bener bagus banget!!!), karena waktu orang lagi nyanyi dengan suara rendah suara gua kenceng sendiri karena gua nyanyi dengan nada tinggi hihihihi…salah liat not (ngeles aja!!!), “itu yang suaranya lain sendiri perhatiin not-nya, dengerin sebelahnya” hehehehehe..iya bu….


Kalau masalah nyanyi orang yang suka ngetawain gua itu Juni, dia bilang kalau gua nyanyi itu ga ada nadanya alias datar aja….masa sich Jun?hehehe….waktu SMU dia pernah ngajarin gua nyanyi jingle iklan minuman yang gampang n simple banget tapi ampe dia kesel gua tetep aja ga bisa nyanyi itu jingle padahal gua berasanya gua udah nyanyi dengan bener hehehehe….(ngeles lagi!!!).

Oya kita janjian ama Jun n Cen mau karaoke bareng nich tapi belum terealisasi hehehehe…udah kebayang dech gua akan diledekin abis sama Juni….saran Cen nanti akan gua praktekin nyanyi dalam hati rasanya udah cukup buat gua hehehehe….

30 August 2007

Ojek

Kemarin pas lagi naik ojek kepikiran kayaknya belakangan sering banget kemana-mana dianterin sama Bapak Ojek hehehehe…kalau ke rumah Ta udah pasti naik ojek, pulangnya juga. Ojek jadi pilihan karena menghemat waktu alias cepet banget..apalagi kalo lagi buru-buru udah mepet waktunya, trus kalau cuma bentar mau drop sesuatu bisa minta si Bapak tunggu kita bentar nanti tinggal balik lagi sama si Bapak jadi ga usah bingung n pusing cari ojek terutama di daerah rumah Ridka yang susah cari ojek hehehehehe….

Ojek bisa dibagi jadi dua kategori yang pertama Supirnya Bapak-Bapak..lebih prefer yang ini, apalagi kalau dijalan raya maka mereka adalah pilihan yang tepat hehehehe…mereka bawa motornya lebih kalem, lebih pelan, lebih sopan, kadang ketemu juga sama Bapak yang baik, bisa ngobrol sama si Bapak tapi kebanyakan sich “Hah????” “apa Pak????” lama-lama jawaban paling tinggal “oh…” “iya-iya” karena engga jelas si Bapak ngomongin apaan hehehehe…..lama-lama Bapaknya juga diem mungkin dia juga mikir “nich orang bolot bener!!!!”

Karegori yang kedua adalah Ojek yang supirnya masih anak muda gitu…nach kalau naik Ojek mereka siap-siap aja jantung copot!!!!potong sana, potong sini belum ngebut banget!!!!gua pernah teriak karena kaget n takut juga sampe si Mas-nya sadar n bilang takut ya…iya lah!!!!!eh dia say sorry hehehehehe….abis itu jadi lebih pelan dia bawanya motornya. Kalau udah takut banget paling bilang ke mereka supaya pelan-pelan aja, atau menghibur diri sendiri sambil mikir “mereka pasti dah jago lah naik motornya, kan tiap hari udah kayak gini jadi kenapa harus takut” hihihihi…..

Dari sisi motor juga lebih nyaman motor yang supirnya Bapak-bapak, kalau yang masih muda motornya kayak dimodifikasi gitu n berisik banget!!!!belum kadang motornya kayaknya lebih kecil dari ukuran normal, lebih pendek perasaan hehehehe….kalau yang motornya berisik banget berasanya semua mobil n motor lain di jalanan pada ngeliatin hehehehe…GR aja!!!!

Nach..sekarang masalah helm..aduh paling sebel kalau disuruh pake helm sama Bapak-nya karena kebanyakan helmnya udah agak-agak "beraroma" gimana gitu tapi harus kalau ga ditiilang sama Polisi hehehehehe…ngebayangin Cen yang pake bisa langsung lompat dari motor kali dia hehehehehe…..

Tapi suka seru aja kalau naik ojek gitu apalagi kalau udah malam sepanjang jalan yang mau ke rumah Ta..pemandangannya bagus karena semua lampu-lampu jalan udah dinyalain, lampu-lampu dari papan iklan juga pada nyala, keren aja keliatannya warna-warni gitu berasa lagi ada dimana… ngeliat pemandangan keren sambil kena angin gitu hehehehehe…norak!!!!

Yang pasti ojek juga udah turut berjasa ….kalau ga pasti udah banyak telat-telatnya, pasti lebih repot juga karena harus naik turun angkot hehehehehe…..

Cen, siap-siap diajak keliling naik motor nanti di tempat Ta hehehehehehe….



23 August 2007

Apa Ya......

Pertanyaan yang paling sering dihadapi oleh mereka yang masih jombloh menjelang usia 30 tahun :) (aduh topik ini lageeeee basiiiii ga sich hehehehe…).
“udah punya pacar belum?”
“kapan nyusul si ini, si itu?”
“pilih-pilih kali”
“emang nyari yang kayak apa sich?”

Semua pertanyaan dan pernyataan itu bisa saya jawab dan tangkis dengan mudah sambil tersenyum tentunya :)(entah hati tersenyum atau tidak hihihihihi…)
“belum”
“masih lama d kayaknya, doain aja”
“engga juga kok”
“…….”

Pertanyaan yang keempat saya harus mikir bahkan sampai hari ini pun masih berpikir apa ya yang saya cari dari seseorang yang namanya pasangan hidup. Diam sesaat sambil berpikir!!!!!hmmmm apa ya???? hmmm….

Pas awal nulis berharapnya bisa dapet pencerahan tapi malah jadi tambah liuer euy!!!!!!Semoga di postingan berikutnya (ga tau kapan??????) saya sudah menemukan jawaban untuk pertanyaan yang keempat itu.

Selama belum ketemu “orangnya” dan jawabannya nikmati dulu dech kesendirian ini beserta pertanyaan-pertanyaan ga pentingnya :) dengan happy. Ngelakuin hal-hal yang membahagiakan, cari uang buat mencapai mimpi, ngumpul n habisin banyak waktu dengan keluarga dan sahabat-sahabat tercinta.

“Segala sesuatu indah pada waktu-Nya”

Sebenernya saya sudah lumayan lama nulis tentang ini, tapi belum yakin untuk dipublish di blog hehehe..2 minggu yang lalu pas lagi ngobrol sama Ta topik mengenai pertanyaan ke-4 muncul dan kemarin pas lagi ngobrol sama Jun topik ini muncul juga hehehehe….post aja lah….

01 August 2007

Kota Kecil Penuh Kenangan

Masa kecil saya dihabiskan disebuah kota kecil di Sumatera Selatan, nama kotanya Pagar Alam, kalau kita berangkat dari Palembang menggunakan bis kota perlu waktu 7 s.d 8 jam, dengan jalan-jalan yang berkelok-kelok tapi kalau dari kota Lahat hanya perlu waktu +/- 2 jam. Kota ini sangat dingin karena berada di bawah kaki Gunung Dempo, hasil utama dari kota ini adalah Kopi dan Teh.

Angkutan disini adalah mikrolet yang mirip seperti Bemo, terkecuali untuk keluar kota ada bis besar. Sebenarnya karena kota kecil kita bisa berjalan kaki tapi saya lebih suka naik angkutan umum karena bisa melihat-lihat pemandangan dan rumah-rumah disepanjang jalan sambil merasakan hembusan angin. Saya bersekolah di sebuah sekolah katolik (hanya satu-satunya di kota ini), saya masih ingat sekolahnya cukup luas dan ada satu bangunan gereja kecil untuk kita misa dengan seorang pastur orang asing yang suka makan tempoyak (durian yang dipisahkan dari bijinya lalu dibuat semacam sambal dengan bau yang cukup menyengat). Kalau pelajaran olahraga Guru Olahraga akan membawa kita ke lapangan besar (terminal yang sudah tidak terpakai), jaraknya dari sekolah kira-kira 20 menit kalau berjalan kaki tapi karena jalannya dengan teman-teman rasanya seru saja sambil cerita ternyata sudah samapi di sekolah lagi. Saya menghabiskan TK sampai lulus SD di kota ini.

Saya paling suka kalau sudah masuk bulan puasa karena disepanjang jalan besar kalau sudah sore banyak sekali penjual makanan kecil khas bulan puasa..cendol, cin cau, lemang (favorit saya), kue-kue tradisional, sayuran matang pokoknya jalanan selalu penuh. Walaupun saya tidak merayakan Idul Fitri tapi kalau hari raya Idul Fitri saya juga senang, karena papa pasti tidak buka toko dan mama pasti membuat ketupat, trus pagi-pagi saya dan adik-adik sudah siap-siap untuk naik becak keliling kota yang sepi dibandingkan dengan hari biasa (karena toko semuanya tutup, penjual sayuran juga tidak ada) kemudian kita akan ke rumah langganannya papa, senang karena banyak kue yang enak-enak, bisa jajan mainan (orang-orangan dari kertas yang ada bajunya yang juga terbuat dari kertas adalah mainan favorit saya).

Tempat favorit saya di kota ini adalah :
Toko Majalah dan Koran (tempat saya dulu beli majalah BOBO dengan Bapak penjaganya yang sudah tua dan terlihat pintar dengan kacamata tebal bergagang hitamnya)
Toko Kue (Saya lupa namanya), Toko ini toko yang paling lengkap menjual jajanan dari kota termasuk es cream, coklat, roti manisnya sangat saya suka.
Sawah, saya dan teman-teman kalau pulang sekolah sering pergi ke sawah sambil bawa buah-buahan untuk dirujak.
Bioskop (satu-satunya di kota ini) karena tempat pertama kali papa mengajak saya nonton film di Bioskop filmnya Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro).

Dulu saya dan orangtua tinggal di depan pasar tradisional di dalam toko yang bagian belakangnya digunakan untuk rumah, kemudian kami pindah kesebuah rumah tinggal di Jalan Gunung, saya sangat suka dengan rumah ini, rumah yang tidak besar, dengan pintu pagar mini (bukan pagar tinggi), lantainya tidak menggunakan keramik tapi semen, kalau berdiri di depan rumah kita bisa langsung melihat Gunung Dempo, jadi benar-benar terasa dinginnya. Rutinitas saya waktu kecil bangun pagi hari masih agak gelap kemudian saya akan bantu mama menyapu rumah , biasanya kalau saya sudah selesai menyapu tukang kue langganan akan datang, favorit saya adalah ketan yang atasnya diberi bumbu. Tapi saya tinggal di rumah ini tidak lama kemudian kita pindah ke Jakarta.

Sampai hari ini saya masih menyimpan harapan suatu hari nanti akan kembali ke tempat ini walaupun tidak untuk menetap, karena sejak pergi dari sana saya tidak pernah kembali lagi, pasti sudah banyak kemajuan-kemajuan di kota ini, banyak juga yang sudah berubah, ingin kembali ke tempat-tempat yang dulu sering saya datangi. Belum lama ini saya ketemu Blog yang menceritakan tentang kota ini..wuih senang rasanya setidaknya bisa mengobati rasa kangen, saya juga ketemu dengan teman SD saya dulu tapi dia ternyata juga sudah pindah ke Jakarta..beberapa waktu yang lalu saya juga ngajak papa kesini lagi tapi papa belum mau hehehe…harus lebih giat membujuknya nich…

28 July 2007

"Maksud saya..."

Beberapa waktu yang lalu saya coba menjelaskan mengenai sesuatu kepada seseorang, namun ternyata yang ditangkap orang tersebut sama sekali berbeda dengan apa yang saya maksudkan, orang tersebut menangkapnya sebagai sesuatu yang TIDAK SEDIKIT PUN TERPIKIRKAN oleh saya. Saya memandang perkataan saya dari sisi positif sedangkan orang tersebut memandangnya dari sisi negatif.

Kejadian ini membuat saya sadar dan mengerti bahwa apa yang saya bicarakan atau apa yang saya maksud bisa diterima dengan sangat berbeda oleh seseorang. Jadi ungkapan mulutmu adalah harimau memang ada benarnya. Selama ini saya selalu berusaha berhati-hati berbicara karena takut perkataan saya akan meninggalkan luka bagi orang lain namun hari ini saya juga harus berhati-hati berbicara karena maksud yang akan diterima oleh orang yang mendengarkan saya belum tentu sama dengan apa yang sebenarnya saya maksudkan. Masih banyak PR untuk memperbaiki diri!!!!!

Ta, jadi inget kata-kata Bu Donna ke lu orang…hehehe..dia bener ya….

10 July 2007

PAP SMEAR!!!!!

Untuk Jun, Mel ayo kalian udah harus rajin pap smear yang paling dianjurkan adalah SATU TAHUN SEKALI, untuk mengetahui secara dini apabila terdapat kanker serviks (Kanker Leher Rahim). Kanker serviks saat ini merupakan penyebab kematian No.2 di dunia yang menyerang perempuan setelah kanker payudara. Ingetin nyokap kita juga untuk rajin Pap Smear satu tahun sekali…


Kenapa harus Pap Smear?? karena dengan Pap Smear akan dengan cepat dapat diketahui apabila terdapat sel yang tidak normal pada serviks sebelum sel tersebut berkembang menjadi kanker serviks.

Untuk yang belum menikah atau belum pernah berhubungan seks bisa melakukan vaksinasi, vaksinasi ini bisa diberikan kepada anak perempuan dari umur 9 tahun sampai dengan umur 26 tahun, tapi yang sudah lewat umur tersebut atau sudah menikah masih dianjurkan untuk melakukan vaksinasi. Setelah melakukan vaksinasi bukan berarti tidak harus melakukan Pap Smear lagi, PAP SMEAR MASIH HARUS RUTIN DILAKUKAN.


Di Indonesia kanker ini setiap harinya menyerang 40 orang dan 21 diantara meninggal karena keterlambatan diagnosa. Kanker ini bisa disembuhkan apabila ditemukan pada stadium awal. Masa inkubasi kanker ini 15 tahun, jadi sangat penting untuk selalu memeriksakan diri dengan cara PAP SMEAR SATU TAHUN SEKALI!!!!


Take Care…


(diambil dari: http://www.cegahkankerserviks.org/, tayangan Selamat Pagi Jakarta di O Channel)