17-18 Oktober 2007
Setelah selesai beres-beres di hotel check out jam 09.00, tadinya mau tinggal di hotel ampe tanggal 19 Oktober tapi berhubung rumah Ta sepi jadinya pindah nginap di rumah Ta (lumayan buat irit ongkos hotel hehehe…). Dari hotel langsung ke tempat sarapan yaitu kwe chap, kwe chap ini terdiri dari dua bagian makanan….pertama seperti kwe tiaw tapi ini lebih lengket dan bentuknya besar-besar (mirip bubur juga) atasnya diberi cincangan bawang putih goreng, kedua adalah kuah yang terdiri dari kulit babi goreng, baso ikan,daging B2, tahu dan tak lupa diberi cincangan bawang putih goreng juga. Cara makannya bisa dicampur atau terpisah, kalau saya lebih suka makannya dengan cara terpisah. Bisa diberi sambel sesuai dengan selera kita. Rasanya???enak!!!!!hehehehehe…(belum bisa seperti anggota jalan sutra yang bisa mendiskripsikan makanan yang dimakan itu seperti apa, cuma bisa bilang enak dan tidak enak). Minumnya liang teh yang berwarna merah. (di Ponti liang teh kebanyakan berwarna ungu dan merah)
Dari sana kita kembali ke rumah Ta, lalu dengan menggunakan motor kita keliling lagi ke kota Pontianak, tujuan pertama makan ice cream di depan sekolah St. Petrus, es cream-nya disajikan dalam 2 tipe tempat, yang pertama di gelas kecil biasa, yang kedua di dalam kelapa jadi makan ice cream dan kelapa sekaligus. Saya dan Ta pesan yang dalam gelas biasa karena perut memang masih kenyang. Ada beberapa rasa seperti strawberry, vanilla, coklat dan nangka, ice cream ini dicampur lagi dengan cincangan cincau hitam, agar-agar dan kacang merah. Ice Creamnya halus walaupun buatan rumah rasanya unik apalagi ditambah dengan campuran lainnya. Saya pesan strawberry dan nangka sedangkan Ta pesan yang coklat.
Kita juga pesan talam talas yang atasnya dikasih taburan ebi goreng dan choi pan isi talas, isi bengkoang, isi kucai, favorit saya adalah choi pan isi talas dan talam talasnya. Dari sana kita ke sekolahnya Ta n Nie (St. Paulus), lewat Katedral St. Yusuf, ke Kampusnya Nie. Lanjut lagi perjalanan ke kota Sintan, untuk menuju kota ini kita harus lewati 2 jembatan yang cukup panjang, bisa juga nyebarang dengan menggunakan kapal dari Sungai Kapuas, tapi kita milih lewat jembatan aja. Tujuan ke Sintan adalah untuk melihat tugu khatulistiwa dan makan jagung bakar di PG (Pondok Gede) tapi karena nyasar cari PG dan perkebunan lidah buaya engga ketemu dan Ta lupa bahwa tujuan awalnya untuk lihat tugu khatulistiwa maka kita pun pulang lagi ke Pontianak hehehe……
Sampai di Pontianak mampir minum susu kacang baru lanjut ke rumah Ta, tidur bentar abis itu sama adik-adiknya Ta kita ke Pantai Kakap (semacam perkampungan nelayan, perjalanan dari Pontianak ke Pantai Kakap +/- 30 menit). Kita ke salah satu restoran yang terapung (berbentuk seperti rumah panggung) yang menghadap langsung ke laut, tempatnya sebenarnya bagus dan menarik mungkin karena lokasi sekitarnya kurang terawat jadi lokasi ini kehilangan daya tariknya. Nongkrong di salah satu pondok sambil minum kelapa muda, ngobrol-ngobrol sambil buat rencana ke Singkawang. Disana diputusin kita ke Singkawangnya malam itu juga engga jadi tanggal 18 Oktober. Setelah puas nongkrong dan ngobrol-ngobrol kita pun pulang lagi ke Pontianak.
Sampai di rumah Ta, siap-siap buat perjalanan ke Singkawang, kita keluar makan sambil beli perbekalan buat perjalanan ke Singkawang. Makan malam hari ini menunya daging ular, tadinya sempet seram tapi setelah dipromosiin Ta dari hari pertama sampe di Ponti akhirnya berani juga coba, daging ular dimasak kuah rasanya asam pedas segar sama sekali tidak keliatan seperti daging ular, rasa dagingnya seperti daging B2 tanpa lemak seratnya pun mirip, di dalam kuah juga diberi daun selada.
Mampir beli makanan kecil sejenis moci, bedanya kalau moci isian kacangnya di dalam adonan moci, kalau ini adonannya engga diisi hanya dipotong kotak kecil-kecil lalu diberi taburan kacang goring halus dan gula. Harus cepat dimakan karena kacang dan gula sangat cepat meleleh, saya tidak terlalu suka karena rasanya yang sangat manis.
Dari sana kita makan es kacang merah, es kacang merahnya tidak diberi santan seperti di Jakarta jadi kuahnya bening kecoklatan, es yang digunakan juga es batu bukan es batu serut, rasanya segar dan kacang merahnya empuk…tidak terlalu manis…enak….sambil minum es kacang merah Ta juga pesan choi pan tapi bentuknya bulat dan lebih besar dari choi pan yang tadi siang kita makan karena yang ini choi pan-nya akan digoreng, lalu talam pontianak lagi yang juga digoreng. Rasa choi pan gorengnya biasa sama seperti choi pan yang tidak di goreng, sedangkan rasa talam pontianak (talam talas, talam kucai) yang digoreng enak banget, ada rasa manis, asin dan gosong-gosong gitu.
Pulang ke rumah Ta buat siap-siap ke Singkawang berangkat dari rumah Ta kira-kira jam 22.30an kita pergi rame-rame (Vita, Lichu, Livi, Aan, Achan, Anto, Ating). Hehehe…masalah utama pergi dengan mereka semua adalah KOMUNIKASI…asli beneran bingung mereka semua ngomongin apaan karena mereka ngomongnya pake bahasa Tio Chiu jadinya engga bisa denger sama sekali…untung ada Lichu (Ta’s Sister) yang mau jadi penerjemah yang baik hehehe..dan mereka juga berusaha ngomong pake Bahasa Indonesia tapi berasanya lebih seru denger mereka cerita pake Bahasa Tio Chui dibandingkan Bahasa Indonesia. Jadinya kalau mereka ketawa dengan hebohnya gua cuma bisa senyum-senyum sambil nebak-nebak mereka ngomong apa ya…hehehehe…..
Selama perjalanan kita sempet berhenti di Tugu Khatulistiwa mampir sebentar yang penting kan da mampir hehehehe…..setelah itu perjalanan lanjut lagi…ga bisa liat apa-apa karena emang gelap banget jalanan…trus jam 24.00 kita sampai di Sungai Pinyuh (bener ga ya Ta???), salah satu kekhasannya kota Pontianak dan sekitarnya adalah warung kopi di pinggiran jalan banyak banget, kita pun berhenti disitu sambil duduk ada yang minum kopi, teh, ngemil-ngemil, 15 menit kemudian kita lanjut lagi perjalanan.
Tujuan pertama kita adalah Pantai Pasir Panjang, jam 02.00 kita sampai juga, langsung ke penginapan sana, setelah tanya-tanya dan lihat kamarnya kita mutusin untuk tidur di mobil aja. Akhirnya keliling bentar cari lokasi buat parkir mobil, kita ketemu satu warung lagi di tepi pantai (bisa denger suara ombak dengan jelasnya), akhirnya nongkrong disana sambil ngobrol-ngobrol n ngemil-ngemil. Yang angkatan tua (hehehe…kita Ta maksudnya) n Livi tidur di mobil…bangun-bangun udah pagi kira-kira jam 06.00, yang lain ternyata udah main di pantai…Pantainya agak kotor karena banyak sisa-sisa sampah di pinggir pantai n pondok-pondok dipinggir pantainya terkesan engga terawat, pantainya engga berombak (kata Ta ini seperti bukan pantai tapi sungai besar hehehe)…pemandangan disekitar lumayan bagus.


Setelah semua ngumpul jam 07.00an kita lanjut lagi ke lokasi berikutnya Pantai Sedau…Pantai ini lebih banyak fasilitasnya, ada warung-warung juga tapi lebih rapi dan bersih, ada dermaga yang belum selesai dibangun…lucunya disepanjang garis pantai dibangun patung binatang-binatang yang merupakan symbol shio dalam penanggalan Chinese. Kita sempet nongkrong di dermaga, berdua sama Ta foto-foto pemandangan. Dari dermaga kita nongkrong lagi disalah satu warung sambil minum kopi, yang lain ada yang main ayunan, bercanda dengan anjing yang ada disitu. Disini juga ada binatang-binatang unik yang dipelihara jumlanya engga terlalu banyak karena sebagian sudah dipindahkan ke lokasi yang baru. Lokasi pantainya mirip dengan Ancol tapi belum seramai Ancol dan fasilitasnya juga sedang dalam pembangunan. Untuk sampai di Pantai kita harus melalui jalanan sempit yang kiri kanannya merupakan rumah penduduk yang masih terbuat dari kayu (sangat mirip dengan perkampungan di Bangka).

Dari Pantai Sedau kita lanjut lagi perjalanan ke Hanmui, berhenti makan di kota Singkawang dulu di salah satu Restoran Vegetarian nah disini ketemu dengan sayur pakis, kacang panjang pontianak yang besar-besar tapi pendek-pendek dan keriput-keriput tidak seperti kacang panjang disini yang panjang, kurus n mulus. Makanannya enak-enak walaupun makanan vegetarian. Selesai makan kita lanjut lagi perjalanan ke Hammui (jeram/sungai).
Sepanjang jalan lagi-lagi kita lewat rumah penduduk yang halamannya banyak ditanami pohon coklat dan jeruk kunci/sonkit. Disini Aan sempet minta buah coklat sama salah satu rumah hehehe..untungnya dikasih n kita foto-foto (Cen, tadinya mau kasih Cen2 tapi lupa bawanya ada di mobil Ta).
Jalan ke Hanmui makin jauh makin kecil dan engga mulus. Akhirnya kita sampai juga, kita harus melalui “pos penjagaan” yang jaga engga pakai seragam dan engga jelas siapa dia hehehehe….untuk ber-9 dia minta ongkos bayar 18.000 setelah ditawar-tawar jadinya 15.000 (kok bisa ya ditawar). Dari tempat parkir kita harus jalan lagi ke jeram lewat hutan. Jeram ini banyak batu-batu besar-besar airnya bener-bener jernih, dingin juga…semua main air (kecuali Ta n Li Chu hehehe….tumben Ta….). Seru liat semuanya main air, yang cowok bercanda engga karuan di air hehehehe…ampe kita liatnya ketawa-tawa.

Disini semuanya bersekongkol pertama diciprat air ampe baju basah semua, karena engga berani turun ke bagian bawah jeram yang engga jelas pijakannya (udah sempet nyoba sendiri tapi beneran serem karena kaki kok engga bisa injak daratan di bawah sana)…..akhirnya sama segerombolan orang engga bertanggung jawab itu dengan menggunakan bahasa mereka yang bisa dimengerti mereka maksa dengan pegang kaki n tangan gua supaya nyemplung ke bawah sungai, akhirnya setelah mohon-mohon n janji buat nyemplung sendiri mereka ngelepasin juga (gua bisa panik banget kalau dilempar gitu!!!!!)….dengan perjanjian mereka harus pegang tangan gua ampe gua bisa cari pijakan batu…(kalau dipikir kok penakut banget ya…ehm …..harus semangat belajar berenang nich!!!!!!).

Setelah puas main air ampe menggigil akhirnya kita pulang..yang ribet masalah ganti baju hehehe…tapi akhirnya berhasil juga. Kita harus buru-buru karena Vita harus pulang ke Jakarta pake pesawat jam 16.00. Mampir ke kota Singkawang beli rujak mangga ebi yang dipesen adiknya Ta (antri ampe hampir 1 jam, tapi rasanya rujaknya biasa aja hehehe…). Dari sana langsung lanjut perjalanan ke Pontianak…berhenti lagi disungai pinyuh buat beli asinan mangga dan atapson. Lagi-lagi mampir bentar di warung kopi, kasian yang Aan yang nyupir dari semalam dia terus yang nyupir jadi istirahat bentar di warung kopi.
Perjalanan lanjut lagi ke Pontianak, waktu makin mepet jadinya Aan bener-bener ngebut bawa mobilnya, bahkan pas di jalan menuju ke bandara lebih parah lagi hehehehe…sampe kita semua ikutan tegang, tapi acungan jempol buat Aan yang hebat nyupirnya.
Akhirnya sampai di bandara dan Vita bisa juga pulang ke Jakarta, kita juga akhirnya pulang ke rumah Ta, sempet mau cari makanan tapi makanan yang kita tuju belum ada yang buka. Sampai rumah Ta buatin Livi cerpen (hehehe…abis merasa bersalah gara-gara nemenin ke Singkawang dia bolos n belum ngerjain PR –nya) engga tau itu cerpen jadinya kayak apa…Ta janjian jam 19.00 keluar makan sama temanya, ya udah akhirnya kita pergi makan malam kali ini sama Amel (adik ipar-nya Ta), temennya Ta, tujuan kita Bakmi Kepiting (Cen, kepiting n capitnya lagi engga ada hehehe…). Rasanya enak, mie-nya halus-halus kecil, isian daging B2, kulit B2, baso ikan, Mie-nya bener-bener kering karena makan mie disini engga dikasih kuah, engga ada taouge n sayurnya juga.
Langsung lanjut lagi ke tempat makan berikutnya, tujuan kita makan shiobi (siomay dari daging B2). Tempat makannya benar-benar sederhana tapi rasa shiobinya enak, saya hanya tidak terlalu suka dengan sambalnya aroma sambalnya sangat kuat. Kalau Ta makannya unik cuka hitam, sambal diaduk jadi satu jadi shiobinya sedikit terendam. Disini kita juga pesan juhi bakar yang ditumbuk jadi tipis-tipis, ada emping sebagai pelengkap dan makannya pakai sambal petis yang dicapur dengan ebi dan perasan air jeruk kunci.
Akhirnya acara makan-makan hari ini selesai….
19 Oktober 2007
Hari ini hari terakhir di Pontianak padahal masih banyak makanan yang belum dicoba karena keterbatasan waktu dan perut hehehe….
Pagi-pagi setelah beres-beres baju, kita pergi sarapan kembang tahu (Cen kembang tahu loh!!!!hehehe…). Kembang tahu disana beda karena mereka engga pakai air jahe tapi dikuahin sama air susu kacang (disini nyebutnya air tahu) trus ditabur gula pasir yang sudah digoreng karena masih berbentuk butiran gula tapi warnanya kecoklatan…kembang tahunya halus banget dan harum hehehe….kita pesan satu mangkok kembang tahu n satu gelas susu kacang. Hasilnya kenyang pisan!!!!
Dari sana kita pergi cari oleh-oleh sempat panik karena setelah tanya dibeberapa toko, oleh-oleh yang kita mau habis!!!!keliling lagi ke toko oleh-oleh lainnya, untung masih ada itu pun kita ambil pesanan orang hihihihi…tapi boleh ama engkonya…Leganya!!!!Rute hari ini bener-bener cuma beli oleh-oleh aja. Hari ini Pontianak hujan setelah 2 hari disana ngerasain cuaca panas.
Sebelum pulang kita makan siang dulu karena menurut Ta makanan satu itu wajib hukumnya dimakan, siang ini menu kita pangsit saya pesan pangsut kuah, pangsit kering dan Ta pesan mie yang dari beras warnanya putih (lagi-lagi mirip kwetiau) tapi ini pendek-pendek banget palingan ukurannya 2 cm dan buntet-buntet. Digoreng dengan sayur choi sim, tauge, daging B2. Dua-duanya enak menurut saya.
Selesai urusan oleh-oleh akhirnya pulang ke rumah Ta, hasilnya : 2 tas baju (yang Ta super besar tasnya malah Achan bilang itu tas keyboard bukan tas baju), 3 kardus oleh-oleh, 2 paper bag hehehehehe…bawaan kita beranak pinak Ta!!!.
Pulang dengan pesawat Batavia lagi yang jam 16.00….diantar Mama-nya Ta, Lichu n Livi….jam 17.30 mendarat di Jakarta.
Tamat….
Ta Chan..Thank You ya da nemenin gua jalan-jalan selama di Ponti, da nyediain tempat buat gua tidur, nyediain mobil n motor pokoknya buat semuanya dech….Om dan Tante Terima Kasih ya….Thank You buat yang lainnya Lichu, Vita, Livi, Aan, Achan, Anto, Athing da sempetin waktu kalian buat ngajak jalan-jalan ke Singkawang…
Perjalanan kali ini sangat menyenangkan dan mengenyangkan hehehehehe….suatu hari ini pasti kembali lagi ke Pontianak, Cen harus ikut ya hehehehe…..





Mel, kalo lagi nangis gini Edmund lebih mirip siapa?Hehehehe....