Masa kecil saya dihabiskan disebuah kota kecil di Sumatera Selatan, nama kotanya Pagar Alam, kalau kita berangkat dari Palembang menggunakan bis kota perlu waktu 7 s.d 8 jam, dengan jalan-jalan yang berkelok-kelok tapi kalau dari kota Lahat hanya perlu waktu +/- 2 jam. Kota ini sangat dingin karena berada di bawah kaki Gunung Dempo, hasil utama dari kota ini adalah Kopi dan Teh.
Angkutan disini adalah mikrolet yang mirip seperti Bemo, terkecuali untuk keluar kota ada bis besar. Sebenarnya karena kota kecil kita bisa berjalan kaki tapi saya lebih suka naik angkutan umum karena bisa melihat-lihat pemandangan dan rumah-rumah disepanjang jalan sambil merasakan hembusan angin. Saya bersekolah di sebuah sekolah katolik (hanya satu-satunya di kota ini), saya masih ingat sekolahnya cukup luas dan ada satu bangunan gereja kecil untuk kita misa dengan seorang pastur orang asing yang suka makan tempoyak (durian yang dipisahkan dari bijinya lalu dibuat semacam sambal dengan bau yang cukup menyengat). Kalau pelajaran olahraga Guru Olahraga akan membawa kita ke lapangan besar (terminal yang sudah tidak terpakai), jaraknya dari sekolah kira-kira 20 menit kalau berjalan kaki tapi karena jalannya dengan teman-teman rasanya seru saja sambil cerita ternyata sudah samapi di sekolah lagi. Saya menghabiskan TK sampai lulus SD di kota ini.
Saya paling suka kalau sudah masuk bulan puasa karena disepanjang jalan besar kalau sudah sore banyak sekali penjual makanan kecil khas bulan puasa..cendol, cin cau, lemang (favorit saya), kue-kue tradisional, sayuran matang pokoknya jalanan selalu penuh. Walaupun saya tidak merayakan Idul Fitri tapi kalau hari raya Idul Fitri saya juga senang, karena papa pasti tidak buka toko dan mama pasti membuat ketupat, trus pagi-pagi saya dan adik-adik sudah siap-siap untuk naik becak keliling kota yang sepi dibandingkan dengan hari biasa (karena toko semuanya tutup, penjual sayuran juga tidak ada) kemudian kita akan ke rumah langganannya papa, senang karena banyak kue yang enak-enak, bisa jajan mainan (orang-orangan dari kertas yang ada bajunya yang juga terbuat dari kertas adalah mainan favorit saya).
Tempat favorit saya di kota ini adalah :
Toko Majalah dan Koran (tempat saya dulu beli majalah BOBO dengan Bapak penjaganya yang sudah tua dan terlihat pintar dengan kacamata tebal bergagang hitamnya)
Toko Kue (Saya lupa namanya), Toko ini toko yang paling lengkap menjual jajanan dari kota termasuk es cream, coklat, roti manisnya sangat saya suka.
Sawah, saya dan teman-teman kalau pulang sekolah sering pergi ke sawah sambil bawa buah-buahan untuk dirujak.
Bioskop (satu-satunya di kota ini) karena tempat pertama kali papa mengajak saya nonton film di Bioskop filmnya Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro).
Dulu saya dan orangtua tinggal di depan pasar tradisional di dalam toko yang bagian belakangnya digunakan untuk rumah, kemudian kami pindah kesebuah rumah tinggal di Jalan Gunung, saya sangat suka dengan rumah ini, rumah yang tidak besar, dengan pintu pagar mini (bukan pagar tinggi), lantainya tidak menggunakan keramik tapi semen, kalau berdiri di depan rumah kita bisa langsung melihat Gunung Dempo, jadi benar-benar terasa dinginnya. Rutinitas saya waktu kecil bangun pagi hari masih agak gelap kemudian saya akan bantu mama menyapu rumah , biasanya kalau saya sudah selesai menyapu tukang kue langganan akan datang, favorit saya adalah ketan yang atasnya diberi bumbu. Tapi saya tinggal di rumah ini tidak lama kemudian kita pindah ke Jakarta.
Sampai hari ini saya masih menyimpan harapan suatu hari nanti akan kembali ke tempat ini walaupun tidak untuk menetap, karena sejak pergi dari sana saya tidak pernah kembali lagi, pasti sudah banyak kemajuan-kemajuan di kota ini, banyak juga yang sudah berubah, ingin kembali ke tempat-tempat yang dulu sering saya datangi. Belum lama ini saya ketemu Blog yang menceritakan tentang kota ini..wuih senang rasanya setidaknya bisa mengobati rasa kangen, saya juga ketemu dengan teman SD saya dulu tapi dia ternyata juga sudah pindah ke Jakarta..beberapa waktu yang lalu saya juga ngajak papa kesini lagi tapi papa belum mau hehehe…harus lebih giat membujuknya nich…
01 August 2007
Kota Kecil Penuh Kenangan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment