18 August 2007

Buku Kita

Kepikiran nulis ini pas terima sms dari Cen setelah dia baca buku 5 CM, Cen bilang kalau hidup ini seperti lagi nulis buku dan kita yang mutusin mau nulis apa dalam buku kita itu …Cen kemarin juga bicara tentang takdir….

Saya setuju…kita adalah pengarang buku kehidupan kita karena kita yang sepenuhnya berperan dalam membuat keputusan dalam hidup kita. Mengenai takdir kalau menurut saya dalam hidup saya hanya ada 2 yang berhubungan dengan takdir yaitu ketika saya dilahirkan di suatu keluarga yang sudah ditetapkan oleh Tuhan (saya sebut ini takdir karena saya tidak bisa minta ke Tuhan di keluarga mana saya sebaiknya dilahirkan) yang kedua adalah ketika nanti saya meninggal (saya sebut takdir karena saya tidak akan pernah tahu kapan Tuhan akan memanggil saya) keduanya sepenuhnya ditentukan oleh Tuhan dan saya benar-benar tidak bisa mempengaruhi keputusan Tuhan itu (tapi saya percaya Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk saya).

Cerita setelah kelahiran saya dan sebelum kematian saya nanti menurut saya sudah tidak ada lagi takdir yang berperan disitu karena saya bisa memilih, saya bisa menentukan kehidupan seperti apa yang ingin saya jalani, cerita seperti apa yang ingin saya tuliskan dalam buku kehidupan saya.

Terkadang kita bersembunyi di balik kata “takdir” untuk membenarkan keputusan yang kita buat…di balik kata “takdir” kita berusaha menghilangkan rasa bersalah terhadap diri kita sendiri karena ada si “takdir” yang bisa disalahkan, di balik kata “takdir” kita bisa menyalahkan Tuhan karena memberikan kita suatu kehidupan yang tidak enak (menurut kita) dan sebagainya.

Tulisan ini tidak bermaksud menghakimi siapa pun, hanya mengeluarkan apa yang ada dipikiran karena lagi-lagi kita semua memiliki buku kehidupan kita masing-masing yang pasti sudah kita putuskan mau kita tulis dengan cerita seperti apa.

Selamat menulis buat semuanya semoga kita semua bisa membuat cerita yang berakhir indah dalam setiap bab di buku kehidupan kita sampai takdir yang terakhir memang sudah harus datang menjemput.

God Bless You….

No comments: