05 July 2007

Pendidikan

Belakangan ini di TV sering muncul iklan salah satu produsen rokok besar di Indonesia, iklan tersebut menceritakan tentang perjuangan anak-anak di pendalaman atau desa terpencil untuk berangkat ke sekolah. Perjalanan mereka ke sekolah tidak mudah karena mereka harus melewati hutan, berenang di sungai (membuka seragam mereka) mereka tidak meyeberang sungai deras itu dengan rakit karena rakit mereka gunakan untuk meletakkan tas mereka.

Cerita di atas memang hanya iklan tapi pada bagian awal iklan muncul tulisan diinspirasi oleh keadaaan nyata (saya lupa persis kata-katanya). Walaupun hanya iklan namun kita mengetahui bahwa anak-anak di daerah pedalaman atau tempat terpencil memang kesulitan untuk mengakses pendidikan yang layak bagi mereka. Tidak usah jauh-jauh sebenarnya karena anak-anak di daerah yang kita sebut perkotaan pun masih sangat banyak yang tidak dapat menikmati pendidikan. Siapa yang salah??entahlah, mungkin akan seperti benang kusut apabila harus mengurai siapa yang salah lalu siapa yang harus bertanggung jawab. Tapi yang saya tahu pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk memberikan kehidupan yang layak bagi setiap warga negara-nya. Mungkin pemerintah sendiri sudah menyerah walaupun wakil rakyat tahu bahwa cara untuk memutus tali kemiskinan adalah dengan pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak, setidak mereka memiliki bekal untuk memperbaiki nasib mereka daripada tidak ada bekal sama sekali tapi mereka sudah harus di lempar ke dalam arena perjuangan.

Dari iklan tersebut kita melihat sebegitu besarkah perjuangan anak-anak di tempat terpencil untuk memperoleh tingkat pendidikkan yang lebih baik, terbatasnya segala sarana mungkin kadang membuat orangtua mereka sendiri didera putus asa untuk membiarkan anak mereka pergi bersekolah begitu jauh.
Bagaimana anak-anak tersebut dapat belajar dengan baik ketika sampai di sekolah mereka sudah kelelahan karena medan perjalanan mereka yang tidak mudah, saya orang dewasa saja mengeluh apabila setiap hari harus bertemu dengan kemacetan walaupun saya duduk di dalam bis AC.

Anak-anak kita bukan tidak memiliki kemampuan untuk belajar namun kesempatan bagi mereka untuk belajar yang terkadang tidak ada, system pendidikan yang memang tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang baik.


Terima kasih untuk semua guru-guru di daerah pendalaman dan salah satu pendidik yang saya tahu adalah Butet Manurung yang berjuang untuk mendekati suku anak dalam di Jambi agar anak-anak disana dapat memperoleh pendidikan. Website tentang sekolah yang dikelola Butet Manurung dapat dilihat di http://www.sokola.org/. Namun saya yakin banyak orang-orang lain yang juga berjuang untuk pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia, terima kasih.


(Artikel ini telah dimuat di http://www.kompascommunity.com/)

No comments: