Hari ini kita bangun pagi banget, ibu-ibu bahkan udah ke tempat makan…saya pun nyusul kesana masih pakai baju tidur (berasa hidup bener-bener indah hehehe…). Udaranya dingin dan segar. Tempat makan di hotel pemandangannya lagi-lagi Danau Toba yang indah yang dikelilingi buki-bukit hijau. Bener-bener indah duduk santai sambil minum kopi yang kurang panas :)ditemani anjing pemilik hotel yang setia ikut kita hehehe….sebenernya anjingnya di deket kita karena ada makanan yang dikasih ke dia. 




Duduk di situ seorang turis juga, dia bener-bener menikmati pemandangannya sedangkan kita mata liat pemandangan tapi mulut sibuk ngomong hehehe…duduk-duduk di sini sambil nunggu sunrise. Puas nikmati dan foto-foto pemandangan kita siap-siap untuk check out karena kita harus lanjut lagi perjalanan ke “Lake on the mountain”, “Air 7 rasa”, “Hot Spring ” hehehe...nama-nama yang kita dapat dari tour guide semalam.
Tujuan pertama kita adalah “Lake on the mountain” dari nama dan cerita tour guide dalam bayangan kita tempat ini indah banget. Mampir makan siang di restoran local..karena beda selera makanan yang bisa diterima lidah dengan enak adalah ikan bumbu kuning, sop bakut. Ada satu yang unik makanan yang dibuat dari susu kerbau..rasanya hambar tapi engga ada rasa susunya sama sekali. Selesai makan lanjut lagi perjalanan ke “Lake…”. Perjalanannya sangat, sangat jauh dan melewati jalannya yang sangat sempit yang cuma bisa dilalui satu mobil itupun tidak beraspal plus berkelok-kelok tapi pemandangan di kanan kiri jalan benar-benar indah, kita bahkan liat beberapa air terjun dari kejauhan. Jadi rute kita sekarang adalah mengelilingi Danau Toba melalui darat dari ujung ke ujung. Pemandangannya buat kita takjub, benar-benar kuasa Tuhan itu luar biasa..sayang kita engga bawa handycam, kalau bisa divideo-in pasti bagus banget!!!!. Sempet tanya-tanya juga karena Pak Tarigan belum pernah ke lokasi yang mau kita datangin. Akhirnya sampai juga kita lokasi dan ternyata sangat..sangat..jauh dari bayangan kita hehehehe...merasa dikibulin sama tour leadernya...kita ampe ketawa-tawa setelah liat lokasinya seperti itu tapi tetap indah walalupun berbeda dengan bayangan kita (karena berdasarkan cerita tour leader kita bayanginya terlalu indah hehehe...) karena menurut tour leadernya tempat seperi ini hanya ada di Canada dan Samosir. Tapi tidak menyesal karena sepanjang perjalanan pergi dan pulang kita disuguhi pemandangan yang sangat indah!!!!.




Ada kejadian unik pas kita pulang, ada nenek-nenek yang berpakaian rapi yang mau ikut menumpang mobil kita karena dia mau menghadiri pesta. Kebetulan waktu itu kita turun untuk foto-foto karena pemandangannya bagus. Pas kita mau naik ke mobil nenek itu manggil-manggil kita, karena engga ngerti dia teriak apa kita malah ketakutan hehehe...buru-buru naik ke mobil, ternyata dia mau menumpang akhirnya nenek itu ikut kita. Walaupun sudah sangat tua tapi nenek itu masih berpakaian rapi, kebayanya berwarna shocking pink loh, rambutnya juga disanggul rapi, bawa tas tangan dan ulos tapi sayang sandalnya ketinggalan karena buru-buru mau ngejar kita biar bisa numpang. Nenek ini engga bisa Bahasa Indonesia. Ternyata jarak dari tempat dia naik ke tempatnys pestanya sangat jauh ..katanya kalau engga ketemu kita dia jalan kaki...ga kebayang!!!!!. Pas turun nenek itu liatin mobil kita terus sampai engga keliatan kata Ta itu akhirnya dia baik, karena kalau kita mengantar tamu pulang kan juga seperti itu kita baru masuk rumah kalau tamu kita udah engga keliatan. Nenek itu artinya dia mengantar kita.
Lokasi berikutnya adalah hot spring...di sini kita ketemu turis asing yang juga menginap di Carolina, ada 2 rombongan, rombongan pertama pasangan dan mereka naik motor!!!di sini kita cuma mampir bentar, sayang lokasinya kurang menarik dan kurang terawat. Disekitar sumber air panas banyak terdapat sampah-sampah plastik. Lagi-lagi disini beli mangga, lebih enak lagi rasanya karena baru dipetik dari pohonnya hehehe...puas makan mangga kita lanjut lagi perjalanan ke “Air 7 Rasa“. Perjalanan juga jauh tapi lagi-lagi pemandangannya indah..kita lewati hutan, desa-desa kecil, jalan yang dilalui juga kecil dan berkelok-kelok. Kali ini lebih banyak melewati pemukiman penduduk.
Ada yang unik dengan rumah penduduk di Pulau Samosir ini, umumnya makam keluarga diletakkan di dekat rumah bahkan di sebelah rumah. Terkadang kondisinya lebih bagus kuburan dibandingkan dengan rumah tinggal mereka, karena menurut Pak Tarigan memang seperti itu adat istiadat-nya. Kuburan itu disiapkan untuk beberapa anggota keluarga, jadi bentuk makamnya menyerupai rumah yang disekat-sekat. Jadi dalam satu bangunan kuburan biasa ada beberapa lubang, lubang yang sudah ditutup dengan semen berarti sudah ditempati. Tidak ada bau karena memang bangunannya terbuat dari semen, begitu peti masuk lubang juga akan ditutup dengan semen. Jadi mereka tidak dimakamkan dalam tanah loh tapi di sebuah bangunan yang sangat megah. Semakin mapan keluarga itu maka akan semakin megah dan tinggi kuburan yang dibuat. Kuburan itu mencerminkan status sosial dari suatu keluarga.
Akhirnya kita sampei juga di “Air 7 rasa“ hehehehe...lagi-lagi jauh dari bayangan kita, tempatnya kecil dan digunakan penduduk sekitar untuk mencuci pakaian. Tapi airnya benar-benar ada rasanya, seperti ada rasa asam dan sepat...penduduk sana percaya ada suatu kekuatan yang buat air itu berasa tapi kalau secara ilmu itu mungkin karena campuran zat-zat kimia di dalam tanah..engga tau penjelasan secara teknisnya hehehe....tapi airnya memang berasa.
Selanjutnya perjalanan menuju ke Brastagi melalui Sidikalang. Kalau tadi untuk menuju “ Lake on the mountain“ dari kejauhan kita melihat bukit dengan jalan-jalan yang berkelok-kelok, maka sekarang kita berada di lokasi “Air 7 rasa“ yang berada di bukit yang posisinya bersebrangan dengan lokasi “Lake...“, jadi kita benar-benar mengeliling Pulau Samosir seharian. Tapi engga berasa capek mungkin karena liat pemandangan-pemandangan yang indah. Di beberapa bukit kita liat pemandangannya buat kita miris karena bukitnya gundul engga ada pohon lagi yang buat bukit itu hijau, bahkan pulang dari ’’Air 7 rasa’’ kita melihat penambangan batu dari bukit-bukit..sayang banget pemadangan yang begitu indah rusak sama manusia yang serakah.
Pemberhentian kita berikutnya adalah suatu bangunan 3 tingkat yang khusus dibangun untuk melihat pemandangan Danau Toba. Lokasi ini sangat bagus untuk foto-foto semakin tinggi kita naik semakin bagus view pemandangan yang kita dapat, langitnya benar-benar masih biru, udaranya dingin...tapi lagi-lagi kondisi bangunannya juga tidak terawat, bahkan ada tangga yang pegangannya sudah goyah..padahal ada tiket masuk yang harus kita bayar walaupun hanya Rp. 1.000. Rasanya wisatawan engga akan protes kalau harus bayar lebih mahal tapi dananya benar-benar digunakan untuk pemeliharaan bangunan dan lokasi sekitarnya.





Pokoknya Danau Toba patut dikunjungi !!!!engga akan rugi dech...pemadangan yang kita lihat buat kita semakin sadar betapa kayanya negara ini. Tapi kurangnya promosi dan perawatan kekayaan itu tidak menghasilkan sesuatu yang maksimal baik untuk masyarakat sekitar dan negara. Kalau berkunjung ke Parapat Danau Toba jangan lupa ke ’’ Lake on the mountain’’ dan ‘’ Air 7 rasa ‘’ melalui jalur darat karena pemandangan sepanjang perjalanan menuju ke dua lokasi tersebut sangat sangat indah!!!!
Kita selanjutnya ada di Brastagi dan Medan...tapi sampai di sini aja ceritanya ya hehehe...da kepanjangan..Pokoknya perjalanan kali ini sangat menyenangkan..banyak kejutan-kejutan dan hal yang engga terduga tapi kita semua bisa nikmati semuanya :)
Duduk di situ seorang turis juga, dia bener-bener menikmati pemandangannya sedangkan kita mata liat pemandangan tapi mulut sibuk ngomong hehehe…duduk-duduk di sini sambil nunggu sunrise. Puas nikmati dan foto-foto pemandangan kita siap-siap untuk check out karena kita harus lanjut lagi perjalanan ke “Lake on the mountain”, “Air 7 rasa”, “Hot Spring ” hehehe...nama-nama yang kita dapat dari tour guide semalam.
Tujuan pertama kita adalah “Lake on the mountain” dari nama dan cerita tour guide dalam bayangan kita tempat ini indah banget. Mampir makan siang di restoran local..karena beda selera makanan yang bisa diterima lidah dengan enak adalah ikan bumbu kuning, sop bakut. Ada satu yang unik makanan yang dibuat dari susu kerbau..rasanya hambar tapi engga ada rasa susunya sama sekali. Selesai makan lanjut lagi perjalanan ke “Lake…”. Perjalanannya sangat, sangat jauh dan melewati jalannya yang sangat sempit yang cuma bisa dilalui satu mobil itupun tidak beraspal plus berkelok-kelok tapi pemandangan di kanan kiri jalan benar-benar indah, kita bahkan liat beberapa air terjun dari kejauhan. Jadi rute kita sekarang adalah mengelilingi Danau Toba melalui darat dari ujung ke ujung. Pemandangannya buat kita takjub, benar-benar kuasa Tuhan itu luar biasa..sayang kita engga bawa handycam, kalau bisa divideo-in pasti bagus banget!!!!. Sempet tanya-tanya juga karena Pak Tarigan belum pernah ke lokasi yang mau kita datangin. Akhirnya sampai juga kita lokasi dan ternyata sangat..sangat..jauh dari bayangan kita hehehehe...merasa dikibulin sama tour leadernya...kita ampe ketawa-tawa setelah liat lokasinya seperti itu tapi tetap indah walalupun berbeda dengan bayangan kita (karena berdasarkan cerita tour leader kita bayanginya terlalu indah hehehe...) karena menurut tour leadernya tempat seperi ini hanya ada di Canada dan Samosir. Tapi tidak menyesal karena sepanjang perjalanan pergi dan pulang kita disuguhi pemandangan yang sangat indah!!!!.
Ada kejadian unik pas kita pulang, ada nenek-nenek yang berpakaian rapi yang mau ikut menumpang mobil kita karena dia mau menghadiri pesta. Kebetulan waktu itu kita turun untuk foto-foto karena pemandangannya bagus. Pas kita mau naik ke mobil nenek itu manggil-manggil kita, karena engga ngerti dia teriak apa kita malah ketakutan hehehe...buru-buru naik ke mobil, ternyata dia mau menumpang akhirnya nenek itu ikut kita. Walaupun sudah sangat tua tapi nenek itu masih berpakaian rapi, kebayanya berwarna shocking pink loh, rambutnya juga disanggul rapi, bawa tas tangan dan ulos tapi sayang sandalnya ketinggalan karena buru-buru mau ngejar kita biar bisa numpang. Nenek ini engga bisa Bahasa Indonesia. Ternyata jarak dari tempat dia naik ke tempatnys pestanya sangat jauh ..katanya kalau engga ketemu kita dia jalan kaki...ga kebayang!!!!!. Pas turun nenek itu liatin mobil kita terus sampai engga keliatan kata Ta itu akhirnya dia baik, karena kalau kita mengantar tamu pulang kan juga seperti itu kita baru masuk rumah kalau tamu kita udah engga keliatan. Nenek itu artinya dia mengantar kita.
Lokasi berikutnya adalah hot spring...di sini kita ketemu turis asing yang juga menginap di Carolina, ada 2 rombongan, rombongan pertama pasangan dan mereka naik motor!!!di sini kita cuma mampir bentar, sayang lokasinya kurang menarik dan kurang terawat. Disekitar sumber air panas banyak terdapat sampah-sampah plastik. Lagi-lagi disini beli mangga, lebih enak lagi rasanya karena baru dipetik dari pohonnya hehehe...puas makan mangga kita lanjut lagi perjalanan ke “Air 7 Rasa“. Perjalanan juga jauh tapi lagi-lagi pemandangannya indah..kita lewati hutan, desa-desa kecil, jalan yang dilalui juga kecil dan berkelok-kelok. Kali ini lebih banyak melewati pemukiman penduduk.
Ada yang unik dengan rumah penduduk di Pulau Samosir ini, umumnya makam keluarga diletakkan di dekat rumah bahkan di sebelah rumah. Terkadang kondisinya lebih bagus kuburan dibandingkan dengan rumah tinggal mereka, karena menurut Pak Tarigan memang seperti itu adat istiadat-nya. Kuburan itu disiapkan untuk beberapa anggota keluarga, jadi bentuk makamnya menyerupai rumah yang disekat-sekat. Jadi dalam satu bangunan kuburan biasa ada beberapa lubang, lubang yang sudah ditutup dengan semen berarti sudah ditempati. Tidak ada bau karena memang bangunannya terbuat dari semen, begitu peti masuk lubang juga akan ditutup dengan semen. Jadi mereka tidak dimakamkan dalam tanah loh tapi di sebuah bangunan yang sangat megah. Semakin mapan keluarga itu maka akan semakin megah dan tinggi kuburan yang dibuat. Kuburan itu mencerminkan status sosial dari suatu keluarga.
Akhirnya kita sampei juga di “Air 7 rasa“ hehehehe...lagi-lagi jauh dari bayangan kita, tempatnya kecil dan digunakan penduduk sekitar untuk mencuci pakaian. Tapi airnya benar-benar ada rasanya, seperti ada rasa asam dan sepat...penduduk sana percaya ada suatu kekuatan yang buat air itu berasa tapi kalau secara ilmu itu mungkin karena campuran zat-zat kimia di dalam tanah..engga tau penjelasan secara teknisnya hehehe....tapi airnya memang berasa.
Selanjutnya perjalanan menuju ke Brastagi melalui Sidikalang. Kalau tadi untuk menuju “ Lake on the mountain“ dari kejauhan kita melihat bukit dengan jalan-jalan yang berkelok-kelok, maka sekarang kita berada di lokasi “Air 7 rasa“ yang berada di bukit yang posisinya bersebrangan dengan lokasi “Lake...“, jadi kita benar-benar mengeliling Pulau Samosir seharian. Tapi engga berasa capek mungkin karena liat pemandangan-pemandangan yang indah. Di beberapa bukit kita liat pemandangannya buat kita miris karena bukitnya gundul engga ada pohon lagi yang buat bukit itu hijau, bahkan pulang dari ’’Air 7 rasa’’ kita melihat penambangan batu dari bukit-bukit..sayang banget pemadangan yang begitu indah rusak sama manusia yang serakah.
Pemberhentian kita berikutnya adalah suatu bangunan 3 tingkat yang khusus dibangun untuk melihat pemandangan Danau Toba. Lokasi ini sangat bagus untuk foto-foto semakin tinggi kita naik semakin bagus view pemandangan yang kita dapat, langitnya benar-benar masih biru, udaranya dingin...tapi lagi-lagi kondisi bangunannya juga tidak terawat, bahkan ada tangga yang pegangannya sudah goyah..padahal ada tiket masuk yang harus kita bayar walaupun hanya Rp. 1.000. Rasanya wisatawan engga akan protes kalau harus bayar lebih mahal tapi dananya benar-benar digunakan untuk pemeliharaan bangunan dan lokasi sekitarnya.
Pokoknya Danau Toba patut dikunjungi !!!!engga akan rugi dech...pemadangan yang kita lihat buat kita semakin sadar betapa kayanya negara ini. Tapi kurangnya promosi dan perawatan kekayaan itu tidak menghasilkan sesuatu yang maksimal baik untuk masyarakat sekitar dan negara. Kalau berkunjung ke Parapat Danau Toba jangan lupa ke ’’ Lake on the mountain’’ dan ‘’ Air 7 rasa ‘’ melalui jalur darat karena pemandangan sepanjang perjalanan menuju ke dua lokasi tersebut sangat sangat indah!!!!
Kita selanjutnya ada di Brastagi dan Medan...tapi sampai di sini aja ceritanya ya hehehe...da kepanjangan..Pokoknya perjalanan kali ini sangat menyenangkan..banyak kejutan-kejutan dan hal yang engga terduga tapi kita semua bisa nikmati semuanya :)
Foto-foto di atas semuanya diambil oleh seorang photographer handal dari Pontianak yang ikut juga dalam perjalanan ini...keterangan lebih lanjut hubungi Ta Chan alias Rita Herawati di no. 0813.....hehehehe.....
No comments:
Post a Comment