Sudah satu bulan kerja di tempat yang sekarang…engga terasa juga sich, udah makin jarang up date blog padahal banyak hal yang mau diceritakan karena makin banyak hal yang ditemui…sebulan ini bener-bener banyak hal yang dilewati…(tapi setidaknya engga buat Ta khawatir hehehe...)
Hari Senin seperti biasa waktunya “kumpul rutin” di kantor..kantor ditutup untuk kita, supaya kita semua ikut kumpul ini di gedung sebelah..(dipaksa demi kebaikan kita hehehe…). Hari Senin kemarin ada hal yang mungkin akan saya ingat untuk selamanya padahal mungkin untuk beberapa orang hal itu engga penting.
Kita disuruh mengambil sebuah balon, lalu di dalam balon itu kita masukan kertas yang sudah kita tulis apa yang jadi mimpi kita atau goal kita dan di luar balon kita tulis apa yang menjadi halangan kita untuk mencapai goal itu..lalu kita diminta meniup balon tersebut sampai balon itu pecah sendiri. Saya rada takut dengan yang namanya balon apalagi saya orang-nya gampang kaget..jadi takut kalau balon itu pecah dimuka dan kena muka saya pasti sakit rasanya.
Ternyata meniup balon juga butuh perjuangan yang tidak mudah seperti yang kita lihat, saya juga engga tahu gimana teknik tiup balon karena untuk menit-menit awal saya sempat mau menyerah ketika balon yang saya tiup engga mengembang dan malah anginnya keluar or tersedot sendiri hehehe…waktu saya hampir menyerah saya bilang ke teman saya “gua engga bisa tiup”. Lalu seseorang bilang ke saya “Santi, tiup balon aja kamu engga bisa apalagi mencapai goal kamu!!!!”. Lalu saya berusaha tiup lagi dengan susah payah tapi tetap aja sulit ada rasa panik ketika melihat balon teman-teman disekitar sudah hampir pecah semua…akhirnya saya ganti balon karena bagian atas balon saya ada yang robek…jadi saya harus memulai lagi dari awal semuanya dengan napas yang sudah banyak terbuang….akhirnya saya coba lagi dengan teknik yang benar yang sudah diberitahukan kepada saya…balon memang makin besar tapi rasanya sangat lelah, nafas sudah mau habis…tapi ada teriakan..”ingat goal kamu, ingat wajah orangtua kamu!!!” ada dukungan dari teman-teman yang mengatakan bahwa saya bisa meniup balon itu sampai pecah sendiri. Iya dengan mengingat wajah orangtua saya saya berusaha lebih keras lagi tidak perduli perut rasanya sakit..tidak perduli pipi rasanya pegal…akhirnya balon saya pecah juga…rasanya senang dan lega!!!
Sebenarnya semua ada analoginya….usaha yang kita lakukan untuk meniup balon itu adalah usaha kita untuk mencapai goal kita…memang tidak mudah penuh kerja keras, sampai kehabisan nafas, sampai perut terasa sakit, pipi terasa pegal tapi itulah kenyataan yang kita temui dalam pekerjaan terkadang ada rasa lelah yang luar biasa tapi ingat goal itu harus tercapai..ketika rasa lelah itu sudah mencapai puncaknya berhenti sejenak ambil nafas sehingga bisa dan siap meniup lagi dengan maksimal atau bisa melangkah lagi dengan nafas yang lebih kuat dengan tenaga baru yang sudah terkumpul,…kenapa balon saya tidak mengembang di awal karena teknik meniup saya salah begitu juga dalam bekerja terkadang kita salah dalam menerapkan teknik sehingga goal kita tidak tercapai…inilah saatnya atasan berperan, teman-teman satu team berperan untuk menunjukkan teknik yang benar. Ketika balon itu akhirnya pecah sama seperti kita berhasil mencapai goal kita itulah yang nanti yang akan kita rasakan..senang, lega dan sebagainya!!!!
God Bless You!!!!!!
23 January 2008
Meniup Balon
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment